60 Titik Panas Terdeteksi di Babel, Warga Diimbau Waspada

1 bulan yang lalu 17
60 Titik Panas Terdeteksi di Babel, Warga Diimbau Waspada Karhutla Terjadi malam hari di Bangka Tengah menghanguskan 2 hektar lahan.(MI/Rendy Ferdiansyah)

KEBAKARAN rimba dan lahan (karhutla) terus melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Dalam kurun waktu Senin (13/7) sore hingga Selasa (14/7) malam, dua kejadian karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bangka Tengah dan Kabupaten Belitung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel, Budi Utama, mengonfirmasi bahwa salah satu kebakaran terjadi di area Pantai Amir, Kelurahan Arung Dalam, Koba, Bangka Tengah. Peristiwa nan terjadi pada malam hari tersebut menghanguskan sekitar 1 hektare lahan di pesisir pantai.

"Di Bangka Tengah ini kejadiannya malam, luas lahan di pesisir pantai nan terbakar kurang lebih mencapai 1 hektar," ujar Budi pada Selasa (15/7).

Beberapa jam sebelumnya, karhutla juga melanda Desa Cendil, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung. Di letak ini, luas lahan nan terdampak mencapai dua hektare. Budi memastikan bahwa api di kedua wilayah tersebut telah sukses dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran berbareng Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat.

Berdasarkan info BMKG nan diterima BPBD, potensi karhutla di Babel saat ini sangat tinggi akibat cuaca panas dan angin kencang. Tercatat ada 60 titik panas (hotspot) nan tersebar di beragam wilayah, dengan tingkat kecermatan mencapai nomor 8 dan 9, nan mengindikasikan potensi kebakaran sangat kuat.

Sebaran 60 titik panas tersebut meliputi Bangka Barat sebanyak 19 titik, Bangka Tengah 12 titik, Bangka Selatan 10 titik, Belitung Timur 9 titik, Bangka 7 titik, dan Belitung 3 titik. Budi menegaskan pihaknya terus melakukan pengecekan letak dan tindakan penanganan sigap terhadap titik-titik tersebut.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membakar sampah sembarangan serta tidak membuang puntung rokok nan tetap menyala. Kondisi cuaca ekstrem saat ini dinilai sangat rawan memicu kobaran api nan susah dikendalikan. (Z-10)

Selengkapnya