Mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah.(MI/Devi Harahap)
KEJAKSAAN Agung (Kejagung) resmi mengumumkan sembilan nama penyidik nan bakal menangani perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian duit (TPPU) dengan tersangka mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah. Penunjukan tim unik ini bermaksud untuk menjaga profesionalisme dan menghindari bentrok kepentingan.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa tim ini terdiri dari jaksa-jaksa senior dari beragam bidang.
"Kami bakal ahli dalam bekerja sesuai sistem dan ketentuan norma aktivitas nan berlaku, dengan tetap menjunjung asas prasangka tak bersalah," ujar Anang dilansir dari Antara, Rabu (15/7).
Berikut adalah daftar sembilan interogator nan ditunjuk:
- Agus Salim (Inspektur Keuangan II pada Jamwas)
- Muhibuddin (Kajati Sumatera Utara)
- Chatarina Muliana Girsang (Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan Aset)
- Riyono (Inspektur Keuangan I Jamwas)
- Agus Sahat (Sekretaris Jampidum)
- Irene Putri (Direktur Pertimbangan Hukum pada Jamdatun)
- Rinaldi Umar (Wakil Kepala Kejati Banten)
- Zet Tadung Allo (Direktur Penuntutan Jampidmil)
- Hari Wibowo (Direktur A pada Jampidum)
Anang menyoroti bahwa sebagian besar personil tim merupakan jaksa nan mempunyai rekam jejak di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Chatarina Muliana Girsang, misalnya, pernah menjabat sebagai JPU dan Kepala Biro Hukum KPK. Begitu pula dengan Muhibuddin nan merupakan mantan Koordinator Bidang Pelacakan Aset dan Eksekusi di lembaga antirasuah tersebut.
Kasus nan menyeret FA ini merupakan pelimpahan dari Polri. Pada Sabtu (11/7), Polri menyerahkan tiga perkara besar ke Kejagung, ialah dugaan korupsi tata kelola batu bara, korupsi PT Asabri dan PT Jiwasraya periode 2020-2025, serta dugaan TPPU penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Langkah pembentukan tim unik ini diambil sebagai corak sinergi penegakan norma antara Polri dan Kejagung. Selain itu, komposisi interogator dipilih secara selektif guna meminimalisir potensi conflict of interest mengingat posisi strategis nan pernah dijabat oleh Febrie Ardiansyah di lingkungan Korps Adhyaksa. (Ant/Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·