Ada Ancaman PHK Massal Besar-besaran, Bos Buruh Desak Pemerintah Ini

4 minggu yang lalu 14

Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman pemutusan hubungan kerja tengah terjadi di sektor manufaktur. Persoalan mahalnya gas industri disebut-sebut menjadi biang kerok dan menjadi perhatian hingga pertemuan antara pemerintah dan serikat buruh. Pemerintah juga telah menyiapkan sistem koordinasi lintas kementerian untuk mempercepat penanganan persoalan ketenagakerjaan.

"Rapat tadi melangkah sangat efektif lantaran memang konfederasi KSPSI nan saya pimpin paling terdampak besar. Sebanyak 55 ribu pekerja sudah terancam di depan mata dan satu perusahaan, PT Granitog, sudah tutup," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, Jumat (26/6/2026).

Koordinasi antar kementerian menjadi aspek krusial agar setiap kebijakan dapat segera diimplementasikan. Karena itu, pembentukan Satgas PHK diharapkan bisa mempercepat penyelesaian beragam persoalan nan memicu ancaman pemutusan hubungan kerja.

"Hari ini teman-teman pers banyak bertanya siapa Ketua Satgas PHK. Ketua Satgas PHK itu adalah Pak Mensesneg," ujar Andi Gani.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea. (Dok. Tangkapan Layar)Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea. (Dok. Tangkapan Layar) Foto: (Dok. Tangkapan Layar)

Penunjukan tersebut merupakan hasil kesepakatan berbareng para ketua organisasi buruh. Dengan demikian, komunikasi dan pengambilan keputusan lintas kementerian diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

"Karena kami juga nan meminta para ketua pekerja sepakat agar efektif dalam komunikasi lintas sektoral kementerian," sebutnya.

Ia berambisi keputusan nan segera diambil dapat mengurangi potensi gelombang PHK dalam waktu dekat.

"Karena itu kepada teman-teman pekerja nan saat ini sedang menantikan hasil pertemuan ini saya pastikan pemerintah berada di pihak pekerja dan juga pengusaha, win-win solution, dan mudah-mudahan hari Senin sudah ada keputusan mengenai gas industri dan RKAB," kata Andi Gani.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya