Sejumlah saluran irigasi di Kabupaten Cianjur tetap mempunyai persedian air mencukupi(MI/BENNY BASTIANDY)
KONDISI debit air di aliran-aliran irigasi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diklaim tetap cukup kondusif berbarengan musim kemarau. Namun, pemerintah wilayah terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan pasokan air, terutama bagi lahan pertanian.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUTR Kabupaten Cianjur, Asep Femi Lukman, mengatakan hasil pemantauan di lapangan, sejauh ini kondisi debit air relatif tetap cukup aman. Artinya, debit air diyakini tetap mencukupi kebutuhan pasokan bagi lahan-lahan pertanian.
"Alhamdulillah, jika sampai saat ini tetap aman. Di wilayah bendung dan aliran sungai juga tetap aman. Pasokan airnya ke irigasi tetap aman," katanya, Rabu (15/7).
Dia menyebutkan, sejauh ini akibat tandus kemungkinan belum begitu meluas. Sebab, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan.
"Untuk sementara belum ada laporan kekeringan dari lapangan. Mudah-mudahan tidak ada ya," tuturnya.
PEMANTAUAN
Kabupaten Cianjur mempunyai kewenangan pengelolaan sebanyak lebih kurang 164 titik jaringan irigasi dengan tanggung jawab melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer maupun sekunder nan luasan wilayah irigasinya kurang dari 1.000 hektare. Terdapat juga nyaris 700 jaringan irigasi di bawah kewenangan desa.
Selain itu, di Kabupaten Cianjur juga terdapat 7 jaringan irigasi nan dikelola Pemprov Jabar dengan cakupan luasan areal nan terairi antara 1.000-3.000 hektare. Sementara ada 1 jaringan irigasi nan menjadi kewenangan pemerintah pusat dengan cakupan areal nan teraliri air di atas 3.000 ribu hektare.
Femi menyebutkan, upaya pemantauan kondisi debit air dilakukan dengan setiap UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi (PII) di setiap wilayah. Satu UPTD PII bisa mencakup beberapa wilayah kecamatan.
"Untuk pemantauan kita terus berkoordinasi dengan Balai PII dan para mitra cai," pungkasnya.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·