Andrea Pirlo.(Dok Instagram)
MANTAN permainan tim nasional Italia, Andrea Pirlo, mengungkapkan kepahitannya setelah dicoret dari bursa calon pembimbing Gli Azzurri.
Keputusan itu dipicu oleh kontroversi publik mengenai rekam jejak non-olahraga dirinya, khususnya perjanjian dengan perusahaan taruhan asal Rusia.
Pria berumur 47 tahun itu sebelumnya menjadi favorit untuk membangkitkan prestasi Italia pasca-penolakan Pep Guardiola.
Namun, kehadirannya di Moskow berbareng Marco Materazzi pada Mei lampau memicu penolakan keras dari publik dan politisi Italia, meskipun dia mendapat support penuh dari Direktur Teknis Paolo Maldini dan penasihatnya, Leonardo.
Di sisi lain, Presiden FIGC, Giovanni Malago sejak awal menentang penunjukan itu lantaran rekam jejak kepelatihan Pirlo nan minim prestasi di Juventus, Sampdoria, dan Fatih Karagumruk.
"Saya mengetahui kemarin malam bahwa saya tidak lagi menjadi kandidat pembimbing tim nasional," kata Pirlo dikutip dari AFP.
Ia mengaku geram lantaran pencalonannya tidak dinilai berasas kriteria olahraga. "Saya mengikuti perdebatan seputar pencalonan saya dengan kepahitan nan mendalam," ungkapnya.
"Saya menyesal lantaran keputusan nan semestinya didasarkan pada kriteria olahraga dengan sigap berubah menjadi kontroversi publik. Di sana, niat dan pendapat nan tidak mencerminkan kepribadian saya justru dikaitkan dengan saya," imbuhnya.
Gugurnya nama Pirlo membikin Antonio Conte kembali masuk dalam radar federasi untuk menakhodai juara Piala Eropa 2020 tersebut.
Namun, situasi internal FIGC kian memanas setelah Maldini dilaporkan mengundurkan diri kepala teknis dan penasihat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) setelah Andrea Pirlo kandas menjadi pembimbing timnas Italia.
Maldini dan Leonardo memilih meninggalkan proyek tersebut setelah Presiden FIGC Giovanni Malago menolak pencalonan Pirlo.
(P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·