Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni menyebut kondisi tim Argentina siap menghadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026( KEVORK DJANSEZIAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
PELATIH Argentina Lionel Scaloni menegaskan kondisi bentuk timnya tak menjadi persoalan menjelang semifinal Piala Dunia 2026 saat laga Argentina vs Inggris. Meski kudu melewati perjalanan berat ke empat besar, Scaloni memastikan semangat juang Lionel Messi dan kawan-kawan tetap utuh untuk mempertahankan kesempatan merebut gelar juara dunia.
Duel Inggris vs Argentina di semifinl bakal berjalan di Stadion Atlanta, AS, Kamis (16/7) awal hari pukul 02.00 WIB.
Argentina datang ke semifinal dengan modal nan tidak mudah. Sang juara memperkuat beberapa kali dipaksa bermain hingga babak tambahan, termasuk saat menyingkirkan Tanjung Verde, Mesir, dan Swis.
Menurut Scaloni, langkah lolos bukan lagi perihal nan krusial ketika tim sudah berada satu langkah dari partai puncak. Pelatih berumur 48 tahun itu menolak menjadikan kelelahan sebagai alasan. Baginya, seluruh pemain telah mengerahkan keahlian terbaik sepanjang turnamen.
"Kalau satu separuh bulan lampau ada nan menawarkan kami lolos ke semifinal, tentu saya bakal menerimanya. Jadi saya tidak peduli gimana kami sampai di sini," kata Scaloni.
"Saya tidak bisa menyalahkan para pemain. Mau kami capek alias tidak, saya tidak peduli. Ini semifinal Piala Dunia," ujarnya.
Scaloni mengaku timnya berada dalam kondisi siap tempur menghadapi Inggris. Dia optimistis para pemain bisa kembali menunjukkan mental juara seperti saat membawa Argentina mengangkat trofi pada jenis 2022.
"Kami berada dalam kondisi nan baik dan sudah tidak sabar menunggu pertandingan ini. Ini semifinal Piala Dunia dan angan kami tetap utuh. Kami sangat berterima kasih kepada para pemain nan kembali membawa kami sampai ke tahap ini," ucapnya.
Laga melawan Inggris juga menghadirkan aroma rivalitas panjang kedua negara di Piala Dunia. Pertemuan paling dikenang terjadi pada perempat final 1986 ketika Diego Maradona mencetak gol kontroversial "Tangan Tuhan" sebelum melahirkan salah satu gol terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.
Scaloni mengakui pertandingan tersebut tetap melekat dalam ingatan para pencinta sepak bola, terutama tindakan perseorangan Maradona.
"Saya rasa semua orang tetap mengingat pertandingan itu, terutama gol kedua Diego nan bakal selalu hidup di hati kami lantaran begitu indah. Itu gol nan luar biasa dan semua pecinta sepak bola mengingatnya seperti itu. Kebetulan saja lawannya adalah Inggris," katanya.
Meski demikian, Scaloni menegaskan duel kali ini tidak boleh dikaitkan dengan persoalan politik, termasuk sengketa Kepulauan Falkland (Malvinas) nan membayangi hubungan kedua negara sejak perang pada 1982.
"Faktanya ini adalah pertandingan sepak bola. Saya tidak bakal mencampuradukkan semuanya, apalagi dengan peristiwa nan sudah sangat lama. Itu memang masa nan menyedihkan dalam sejarah kami, tetapi sekarang ini hanya pertandingan sepak bola," tegasnya.
Di sisi lain, Scaloni mengakui Inggris mempunyai sederet pemain nan bisa menentukan hasil pertandingan. Perhatian unik diberikan kepada Jude Bellingham dan Harry Kane nan menjadi tumpuan lini serang the Three Lions sepanjang turnamen.
"Kami selalu mencari langkah untuk berkembang dan gimana meredam pemain-pemain dahsyat seperti mereka. Mungkin bakal ada perubahan dalam tim, tetapi bisa juga kami tetap memainkan susunan nan sama," ujar Scaloni.
"Mereka adalah dua pemain luar biasa, termasuk nan terbaik di dunia. Pelatih mana pun tentu mau mempunyai pemain seperti mereka," pungkasnya.
(AFP/H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·