Ilustrasi - Rudal Iran.(ANTARA/Anadolu)
KOMANDO Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah menyelesaikan gelombang serangan tambahan nan menargetkan puluhan instalasi militer Iran di sekitar Selat Hormuz dan wilayah pesisir Iran. Operasi militer ini dilaporkan berhujung pada pukul 22.00 Waktu Timur, 14 Juli 2026.
Berdasarkan pernyataan resmi CENTCOM, serangan intensif tersebut berjalan selama tujuh jam. Militer AS mengerahkan kombinasi kekuatan udara dan laut, termasuk pesawat tempur, pesawat nirawak (drone), serta kapal angkatan laut untuk meluncurkan amunisi berpemandu presisi ke titik-titik strategis.
Operasi ini secara spesifik menyasar prasarana militer nan dianggap sebagai ancaman langsung di area tersebut. Beberapa sasaran utama meliputi:
- Lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal Iran.
- Fasilitas operasional drone.
- Pangkalan pasukan angkatan laut Iran.
- Sistem pertahanan pantai.
Penggunaan amunisi berpemandu presisi dimaksudkan untuk memastikan efektivitas serangan terhadap sasaran militer sekaligus meminimalisir akibat di luar sasaran nan ditentukan.
Tujuan Strategis di Selat Hormuz
Pihak CENTCOM menegaskan bahwa eskalasi serangan ini merupakan langkah strategis untuk melemahkan keahlian militer Iran dalam mengganggu jalur perdagangan internasional. Fokus utama operasi adalah melindungi pelayaran komersial dan keselamatan awak sipil nan melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur logistik daya paling vital di dunia.
Hingga saat ini, info mengenai jumlah korban jiwa alias kerusakan spesifik dari pihak Iran tetap dalam tahap validasi. Pihak berkuasa Iran juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai akibat serangan di wilayah pesisir mereka.
Serangan ini menandai peningkatan ketegangan nan signifikan di area Teluk. AS menyatakan bakal terus memantau situasi di lapangan guna memastikan stabilitas keamanan maritim tetap terjaga dari ancaman proksi maupun kekuatan reguler di wilayah tersebut. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·