ASN Bisa Dapat Pensiunan Rp 1 Miliar, Bos BKN Ungkap Caranya

4 minggu yang lalu 13

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arief Fakrulloh menegaskan, pemerintah terus mendorong kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) mulai dari awal pekerjaan hingga memasuki masa pensiun.

Khusus untuk masa pensiun, Taspen Life telah dirancang mempunyai sejumlah pilihan program nan dapat dimanfaatkan ASN untuk mengoptimalkan faedah hari tua melalui perencanaan nan dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.

Dengan komitmen menabung dan berinvestasi secara disiplin, faedah nan diterima saat pensiun dapat berkembang secara signifikan sesuai dengan skema nan dipilih peserta.

"Menjadi ASN bukan hanya tentang mengabdi kepada negara hari ini, tetapi juga memastikan kualitas hidup nan baik di masa depan," kata Zudan dalam BKN Menyapa BKD bertema "Manfaat Tabungan Hari Tua (THT) ASN 1 Miliar" nan digelar secara daring, dikutip Kamis (24/6/2026).

"Semakin awal perencanaan dilakukan, semakin besar kesempatan untuk mencapai masa pensiun nan aman, tenang, dan sejahtera," tegasnya.

Program kesejahteraan Taspen Life ini di antaranya kesempatan memperoleh faedah tabungan hari tua alias THT hingga Rp1 miliar hingga agunan perlindungan faedah bagi family andaikan peserta menghadapi akibat sebelum memasuki masa pensiun.

Menurut Zudan, perihal ini menandakan ASN mempunyai akses nan semakin luas terhadap beragam instrumen perencanaan finansial dan program perlindungan hari tua.

Kemudahan tersebut menjadi kesempatan bagi ASN untuk menyusun strategi finansial jangka panjang sesuai kebutuhan dan sasaran kesejahteraan masing-masing.

"ASN kudu mulai memikirkan masa depan sejak hari ini. Ketika memasuki masa pensiun, ASN diharapkan tetap produktif, mandiri, dan mempunyai ketahanan finansial nan baik. Karena itu, literasi finansial menjadi bagian krusial dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur," ujar Zudan.

Zudan juga menekankan pembangunan sumber daya manusia aparatur tidak hanya berangkaian dengan peningkatan kompetensi dan keahlian selama masa kerja, tetapi juga mencakup kesiapan ASN menghadapi masa pensiun dengan kondisi finansial nan sehat dan mandiri.

Menurutnya, kesejahteraan ASN perlu dipandang secara menyeluruh, mulai dari masa aktif hingga memasuki masa purnatugas.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya