Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah mulai membahas perpanjangan perjanjian pengelolaan Blok Cepu nan saat ini dioperasikan oleh ExxonMobil Cepu Ltd.
Pada intinya, pemerintah menginginkan skema kerja sama nan memberikan faedah seimbang bagi negara maupun kontraktor perjanjian kerja sama (KKKS).
"Bagi kami adalah kerja sama dengan KKKS itu penting. Pak Joko (Kepala SKK Migas) saya minta tolong juga ya, perpanjangan Exxon saya sudah telaah tapi jangan minta terlalu tinggi itu kau punya Pak Joko, bisa cepat, agar kita butuh win-win," kata Bahlil saat berbincang di Energy Forum CNBC Indonesia, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, pemerintah menginginkan skema kerja sama nan setara dan seimbang antara negara dengan kontraktor perjanjian kerja sama (KKKS). Setikdanya, kedua belah pihak kudu sama-sama memperoleh faedah sehingga tidak terjadi kesenjangan nan terlalu besar.
"Negara dapat apa namanya, KKKS juga bagus. Jadi kita maunya nan setara jangan terlalu jomplang begini nggak bagus. Ya pengusaha juga kan butuh untung tapi negara juga butuh pendapatan," ujar Bahlil.
Asal tahu saja, perjanjian bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) ExxonMobil di Blok Cepu bakal berhujung pada 2035. Saat ini Blok Cepu dioperasikan oleh ExxonMobil Cepu Ltd dengan kepemilikan kewenangan partisipasi (participating interest/PI) sebesar 45%.
Sementara itu, PT Pertamina mempunyai kewenangan partisipasi sebesar 45%, sedangkan 10% sisanya dimiliki badan upaya milik wilayah (BUMD) nan mewakili tiga kabupaten, ialah Blora, Bojonegoro, dan Tuban, serta dua pemerintah provinsi, ialah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Perpanjangan perjanjian tersebut dinilai krusial lantaran berpotensi menghadirkan investasi baru dalam jumlah signifikan guna mendukung pengembangan lapangan-lapangan migas di wilayah kerja Blok Cepu.
Saat ini sekitar 95% pendapatan dari produksi Blok Cepu menjadi bagian Indonesia sesuai skema bagi hasil nan berlaku. Di sisi lain, ExxonMobil sebagai operator mengusulkan peningkatan porsi bagi hasil konsorsium agar mempunyai ruang pendanaan untuk investasi lanjutan serta penerapan teknologi baru.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

4 minggu yang lalu
16







English (US) ·
Indonesian (ID) ·