Program MBG.(MI/Usman Iskandar)
BADAN Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji kesempatan pelibatan kantin sekolah dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu upaya memperkuat efektivitas penyelenggaraan program di lapangan.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, mengatakan bahwa kajian ini merupakan bagian dari proses pertimbangan dan penyempurnaan tata kelola Program MBG nan saat ini dilakukan sesuai pengarahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
“Berbagai skema terus kami kaji agar penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis semakin efektif, efisien, dan bisa menjangkau penerima faedah dengan tetap mengutamakan standar keamanan pangan, kualitas gizi, serta tata kelola nan baik,” ujar Agustina Arumsari usai mengikuti Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Rabu (15/7).
Menurut Agustina, pelibatan kantin sekolah tetap berada pada tahap kajian berbareng kementerian dan lembaga terkait. Kajian itu mencakup beragam aspek, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, kapabilitas pengelolaan, standar higiene dan sanitasi, hingga sistem pengawasan agar pelaksanaannya tetap memenuhi ketentuan nan berlaku.
BGN menegaskan bahwa setiap pengembangan skema penyelenggaraan Program MBG bakal dilakukan secara bertahap, berbasis hasil kajian, serta mengedepankan prinsip kehati-hatian. Seluruh keputusan nantinya bakal mempertimbangkan efektivitas program sekaligus kepentingan terbaik bagi peserta didik sebagai penerima manfaat.
Melalui proses pertimbangan nan komprehensif dan kerjasama dengan beragam pemangku kepentingan, BGN berambisi Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berkembang menjadi program nan adaptif, berkualitas, dan bisa mendukung peningkatan status gizi generasi muda Indonesia secara berkelanjutan. (Cah/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·