Lionel Messi(FIFA)
HARAPAN Inggris untuk mencapai final Piala Dunia 2026 hancur lebur di Atlanta, Kamis (16/7). Unggul lebih dulu melalui Anthony Gordon, The Three Lions akhirnya kudu menyerah 1-2 di tangan Argentina. Sang tokoh utama di kembali petaka itu tak lain adalah sang legenda, Lionel Messi.
Ini adalah pertemuan pertama Messi melawan Inggris dalam seluruh pekerjaan profesionalnya. Namun, laga debut ini menjadi mimpi jelek bagi skuad didikan Thomas Tuchel. Setelah sempat teredam di babak pertama, Messi "meledak" saat bergeser ke sisi sayap di 37 menit terakhir.
Dua assist krusial dari kaki kiri sang megabintang, satu untuk gol spektakuler Enzo Fernandez (85') dan satu untuk sundulan Lautaro Martinez di masa cedera, membalikkan keadaan secara dramatis.
Statistik Messi di laga ini mencengangkan. Ia mencatatkan sembilan dribel sukses, terbanyak dalam satu laga babak gugur Piala Dunia sejak 1966 dan mengkreasi empat kesempatan emas. Ia seolah mempunyai "kunci" untuk mengungkap rapatnya pertahanan Inggris nan menerapkan strategi parkir bus.
“Kami berpikir laga ini bakal menjadi panggung Jude Bellingham alias Harry Kane, tapi inilah argumen kenapa Messi adalah sang raja,” ujar master sepak bola dari BBC, Micah Richards.
Kemenangan ini membawa Argentina melaju ke final untuk kali kedua berturut-turut. Di partai puncak nan digelar di New Jersey, Minggu nanti, Messi bakal menantang Spanyol, negeri nan membesarkan namanya di Barcelona.
Bagi Messi, turnamen ini adalah panggung pembuktian terakhir. Dengan torehan delapan gol dan empat assist sejauh ini, dia tidak hanya memimpin Argentina, tetapi juga sedang mengejar gelar Sepatu Emas dan predikat pemain terbaik sepanjang masa (GOAT) nan tak terbantahkan. (BBC/P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·