Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.((Dok. MI/Akmal Fauzi))
MUSYAWARAH Kerja Nasional (Mukernas) III Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) nan diselenggarakan di Hotel Golden Tulip, Kota Batu, Jawa Timur, menjadi momentum krusial dalam memperkuat transformasi industri haji dan umrah Indonesia. Kehadiran Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, pada Mukernas memberikan arah baru bagi pengembangan industri melalui konsep travel beyond profit alias kesuksesan upaya jasa umrah, haji, alias wisata religi tidak hanya diukur dari untung finansial.
Dahnil Anzar datang didampingi Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Laksamana Muda TNI (Purn.) Ian Heriyawan, serta Direktur Pelayanan Haji Khusus, Tuti Rianingrum, S.H., M.H. Kehadiran jejeran Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menjadi bentuk sinergi pemerintah dengan asosiasi dalam membangun penyelenggaraan haji dan umrah nan semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan jamaah.
Dalam arahannya, Dahnil Anzar menegaskan bahwa penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah tidak boleh hanya berorientasi pada untung semata. Melalui semangat travel beyond profit”, para pelaku upaya didorong untuk membangun upaya nan berdasarkan amanah, integritas, profesionalisme, inovasi, serta memberikan faedah nan lebih luas bagi jamaah dan masyarakat.
Beliau menekankan bahwa kepercayaan jamaah merupakan amanah nan kudu dijaga. Oleh lantaran itu, setiap penyelenggara kudu menerapkan tata kelola perusahaan nan baik (good corporate governance), membangun manajemen nan sehat dan akuntabel, serta memastikan seluruh proses pelayanan dilaksanakan secara ahli dan bertanggung jawab.
Selain memberikan pelayanan terbaik, penyelenggara haji dan umrah juga mempunyai tanggung jawab untuk membekali jamaah dengan pengetahuan nan memadai melalui pembinaan, manasik, dan edukasi nan berkualitas. Dengan bekal pengetahuan nan baik, jamaah diharapkan bisa menjalankan ibadah dengan benar, nyaman, khusyuk, dan sesuai tuntunan syariat.
Dahnil Anzar juga membujuk para pelaku upaya untuk mulai memandang kesempatan nan lebih luas melalui diversifikasi usaha. Menurut beliau, hubungan Indonesia dan Arab Saudi tidak semestinya hanya berfokus pada pengiriman jamaah Indonesia ke Tanah Suci, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi kerja sama nan saling menguntungkan melalui pariwisata dua arah (two-way tourism).
Penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah diharapkan dapat mengambil peran dalam menghadirkan visitor asal Arab Saudi untuk berjamu ke beragam lokasi wisata unggulan di Indonesia. Langkah tersebut dinilai bisa membuka kesempatan ekonomi baru, memperkuat sektor pariwisata nasional, sekaligus memberikan nilai tambah bagi industri haji dan umrah Indonesia.
Menanggapi pengarahan tersebut, Ketua Umum ASPHIRASI, Amaludin Wahab, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kehadiran Dahnil Anzar dalam Mukernas III ASPHIRASI. Menurutnya, kehadiran Dahnil Anzar menjadi corak perhatian sekaligus support pemerintah terhadap organisasi dan seluruh pelaku upaya haji dan umrah di Indonesia.
“Kami merasa terhormat dan bangga lantaran Mukernas III ASPHIRASI dihadiri langsung oleh Bapak Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia. Kehadiran beliau menjadi semangat baru bagi kami untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah dan asosiasi dalam membangun tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah nan semakin ahli serta berorientasi pada kepentingan jamaah.”
Amaludin Wahab menambahkan bahwa beragam pengarahan nan disampaikan Dahnil Anzar menjadi bekal krusial bagi ASPHIRASI dalam menyusun program kerja organisasi ke depan. Menurutnya, konsep travel beyond profit menjadi pengingat bahwa keberhasilan penyelenggara haji dan umrah tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari kualitas pelayanan, integritas, pembinaan jamaah, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“ASPHIRASI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung kebijakan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Kami berkomitmen terus meningkatkan kompetensi anggota, memperkuat tata kelola perusahaan, menjaga kepercayaan jamaah, serta menghadirkan pelayanan nan semakin berbobot sesuai angan pemerintah dan masyarakat.”
Lebih lanjut, Amaludin Wahab menyambut baik pendapat pengembangan pariwisata dua arah nan disampaikan Dahnil Anzar. Menurutnya, perihal tersebut membuka perspektif baru bagi penyelenggara haji dan umrah untuk tidak hanya berkedudukan dalam penyelenggaraan ibadah, tetapi juga ikut berkontribusi dalam memperkenalkan potensi pariwisata Indonesia kepada masyarakat Arab Saudi.
Sekretaris Jenderal ASPHIRASI, Retno Anugerah Andriyani, menambahkan bahwa hasil Mukernas III bakal menjadi landasan organisasi dalam memperkuat kapabilitas anggota, meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki tata kelola perusahaan, serta mempererat kerjasama dengan pemerintah.
“Arahan Bapak Wakil Menteri memberikan daya baru bagi ASPHIRASI. Kami bakal menerjemahkan semangat travel beyond profit ke dalam program-program nyata nan memperkuat profesionalisme anggota, meningkatkan kualitas pembinaan jamaah, dan membangun industri haji dan umrah Indonesia nan semakin dipercaya masyarakat.”
Melalui Mukernas III, ASPHIRASI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah nan profesional, transparan, berkekuatan saing, serta memberikan faedah sebesar-besarnya bagi jamaah dan bangsa Indonesia. (Cah/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·