Bek timnas Inggris Dan Burn bereaksi pascakekalahan dari timnas Argentina di laga semifinal Piala Dunia 2026.(AFP/RICHARD PELHAM / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)
MIMPI Timnas Inggris untuk mengakhiri penantian panjang sejak 1966 kembali kandas secara tragis. Kekalahan 1-2 dari timnas Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 nan berjalan di Atlanta, Kamis (16/7) awal hari WIB, meninggalkan luka mendalam bagi skuad The Three Lions, terutama lantaran mereka sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya tumbang oleh gol di masa injury time.
Dan Burn: "Ini Akan Menghantui Saya"
Bek Newcastle United, Dan Burn, nan masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, tidak bisa menyembunyikan rasa hancurnya. Burn masuk saat Inggris tetap memimpin 1-0 berkah gol Anthony Gordon, namun dia kudu menyaksikan gawang timnya bedah dua kali di menit-menit akhir laga.
"Hancur. Benar-benar hancur," ujar Burn dengan nada emosional. "Kami menjalankan rencana permainan dengan sangat baik. Unggul 1-0... tapi kemudian kami menjadi terlalu pasif, membiarkan terlalu banyak umpan silang dan kesempatan bagi lawan."
Burn mengakui bahwa menghadapi tim sekelas Argentina dengan mentalitas juara memberikan tekanan nan berbeda.
"Ketika Anda bermain melawan tim dengan kualitas seperti itu, kesalahan sekecil apa pun bakal dibayar mahal. Saya pikir ini bakal menghantui saya untuk waktu nan sangat lama," tambahnya.
Beban Sejarah dan Tekanan Mental
Inggris sebenarnya datang ke semifinal dengan modal mental nan kuat setelah melewati laga-laga susah melawan timnas Meksiko dan timnas Norwegia di babak sebelumnya. Namun, menghadapi sang juara memperkuat di babak empat besar terbukti menjadi tantangan nan terlalu berat secara psikologis.
Ketika ditanya kenapa Inggris kandas mempertahankan kelebihan di menit-menit krusial, Burn menunjuk pada aspek tekanan sejarah.
"Adalah sifat manusiawi untuk merasa gugup ketika Anda sudah begitu dekat untuk melakukan sesuatu nan belum pernah dilakukan lagi sejak '66 dan mencapai final," jelasnya.
Ia juga menyoroti perbedaan efektivitas pertahanan Inggris dibandingkan laga-laga sebelumnya. "Argentina mempunyai kepercayaan diri itu. Dalam beberapa pertandingan terakhir, kami bisa mempertahankan kotak penalti dengan sangat baik. Kami pikir kami bisa melakukannya lagi, tetapi kali ini kami tidak serapat nan kami inginkan di dalam kotak penalti."
Tetap Bangga di Tengah Duka
Meski diliputi kekecewaan luar biasa lantaran kandas melangkah ke partai puncak, Burn tetap mencoba memandang sisi positif dari perjalanan Inggris di Amerika Serikat. Banyak pihak nan awalnya meragukan kapabilitas skuad didikan Thomas Tuchel ini untuk melangkah jauh.
"Saya tetap sangat bangga dengan apa nan telah kami lakukan di Piala Dunia ini," kata Burn. "Saya rasa tidak banyak orang nan betul-betul memberi kami kesempatan di awal. Kami telah membuktikan banyak hal."
Kini, Inggris kudu segera memulihkan mental mereka untuk menghadapi laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis pada Sabtu mendatang. Walaupun lencana perunggu bukan sasaran utama, laga tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi para pemain untuk memberikan penutupan nan layak bagi para pendukung setianya.
Statistik Kunci Pertandingan:
- Skor Akhir: Inggris 1-2 Argentina
- Pencetak Gol Inggris: Anthony Gordon (55')
- Pencetak Gol Argentina: Enzo Fernandez, Lautaro Martinez (90+2')
- Lokasi: Atlanta, Amerika Serikat









English (US) ·
Indonesian (ID) ·