Dua Kapal Pengungsi Rohingya Tenggelam di Myanmar, 500 Orang Diduga Tewas

1 bulan yang lalu 17
Dua Kapal Pengungsi Rohingya Tenggelam di Myanmar, 500 Orang Diduga Tewas Dua kapal nan mengangakut 44 imigran Bangladesh dan Rohingya terdampar di Pulau Rote, NTT, Senin (8/7)(.(Dok. polres rote ndao))

TRAGEDI kemanusiaan kembali melanda etnis Rohingya. Lebih dari 500 orang diduga tewas setelah dua kapal nan membawa pengungsi tenggelam di perairan Myanmar dalam beberapa pekan terakhir. Informasi ini dikonfirmasi melalui pernyataan berbareng Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) dan Organisasi Migrasi Internasional (IOM) pada Kamis (16/7/2026).

Kronologi Keberangkatan dan Insiden

Berdasarkan info nan dihimpun, kedua kapal tersebut berangkat dari wilayah Rakhine, Myanmar, pada akhir Juni lalu. Sebagian besar penumpang merupakan etnis Rohing

Tragedi kemanusiaan kembali melanda etnis Rohingya. Lebih dari 500 orang diduga tewas setelah dua kapal nan membawa pengungsi tenggelam di perairan Myanmar dalam beberapa pekan terakhir. Informasi ini dikonfirmasi melalui pernyataan berbareng Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) dan Organisasi Migrasi Internasional (IOM) pada Kamis (16/7/2026).

Kronologi Keberangkatan dan Insiden

Berdasarkan info nan dihimpun, kedua kapal tersebut berangkat dari wilayah Rakhine, Myanmar, pada akhir Juni lalu. Sebagian besar penumpang merupakan etnis Rohingya, di mana beberapa di antaranya diketahui berasal dari pusat pengungsian Cox's Bazar, Bangladesh.

Berikut adalah rincian dari dua kapal nahas tersebut:

  • Kapal Pertama: Mengangkut sekitar 250 orang. Kapal ini dilaporkan lenyap kontak tidak lama setelah memulai pelayaran dari Rakhine.
  • Kapal Kedua: Membawa sekitar 280 orang. Kapal ini diduga kuat tenggelam di lepas pesisir Ayeyarwady, Myanmar, pada 8 Juli.

Pihak UNHCR dan IOM mengungkapkan kekhawatiran atas potensi besarnya jumlah korban jiwa dalam kejadian ini. Melalui platform X, UNHCR menekankan bahwa para pengungsi Rohingya terpaksa mengambil akibat besar dengan menempuh jalur laut nan rawan demi mencari keamanan.

"Terjadinya peristiwa tersebut dan jumlah pasti korban kecelakaan tetap belum dinyatakan secara resmi," ujar dua badan PBB Itu.

Kondisi di tanah air mereka menjadi pendorong utama eksodus ini. Kekerasan nan dilakukan oleh junta militer Myanmar serta bentrok dengan golongan etnis lain memaksa masyarakat Rohingya melarikan diri. Mereka mencari perlindungan ke beragam wilayah, termasuk letak pengungsian di dalam negeri Myanmar, Bangladesh, dan negara lain seperti Indonesia. (Ant/H-4)

Selengkapnya