Ekspor Mineral RI Tersandera LTJ, KSP Dudung Gelar Rapat Gabungan

57 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menggelar rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk membahas halangan ekspor mineral nan mengandung logam tanah jarang (LTJ) sebagai mineral ikutan.

Hal ini menyusul adanya laporan dari pelaku upaya mengenai tertahannya aktivitas ekspor akibat belum adanya kepastian izin mengenai kandungan LTJ.

Semula, Dudung menjelaskan bahwa rapat tersebut digelar setelah KSP menerima laporan dari sejumlah pengusaha mengenai terhambatnya ekspor mineral.

"Ini saya rapat koordinasi tentang tata kelola ekspor mineral kritis logam tanah jarang. Saya mendapat laporan dari beberapa pengusaha bahwa terhambatnya ekspor mineral nan saat ini dan kemudian saya komunikasikan banyak nan terlibat di sini," kata Dudung seperti dikutip dari akun IG @kantorstafpresidenri, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, salah satu penyebab halangan ekspor adalah belum adanya patokan nan mengatur pemisah maksimal kandungan logam tanah jarang sebagai mineral ikutan dalam komoditas ekspor. Kekosongan izin tersebut membikin pelaku upaya maupun abdi negara penegak norma mempunyai perbedaan penafsiran dalam pelaksanaannya.

Ia lantas menegaskan bahwa selama belum terdapat patokan nan mengatur kandungan LTJ, abdi negara penegak norma tidak boleh membikin penafsiran sendiri nan berujung pada terhambatnya aktivitas ekspor.

Oleh karena itu, guna mengatasi persoalan tersebut, KSP mendorong penyusunan pedoman nan memberikan kepastian bagi pelaku upaya mengenai pemisah maksimal kandungan LTJ sebagai mineral ikutan. Pedoman tersebut disusun berbareng kementerian teknis, abdi negara penegak hukum, serta pelaku usaha.

"Aturannya kita tata rapi kemudian tetapi ekspor tidak terhenti lantaran berakibat jelek juga kepada masyarakat saat ini. Banyak kapal-kapal nan tertahan lantaran memang satu, lantaran kekakuan aturan, lantaran tumpang tinggi, lantaran keraguan-raguan. nan ketiga, lantaran rasa ketakutan juga dari pelaku usaha," ujar Dudung.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya