Eropa Bisa 'Kiamat', Habis-habisan Bakal Dihajar Amerika

4 minggu yang lalu 13

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) "menghajar" sekutunya sendiri ialah Uni Eropa (UE). AS menakut-nakuti bakal memutus pasokan gas ke negara-negara biru nan berfaedah "kiamat energi" dan kenaikan inflasi bagi kawasan.

Mengutip RT nan melansir Bloomberg, Menteri Energi Chris Wright mengatakan ekspor gas alam cair (LNG) Amerika dapat dialihkan ke tempat lain selain Brussel melonggarkan peraturan emisi metana nan rencananya bertindak 2027.

"Tanpa reformasi nan berfaedah terhadap patokan tersebut, perihal itu bakal menyebabkan penderitaan serius bagi Eropa dan itu tidak perlu," katanya berbincang Kamis, dikutip Jumat (26/6/2026).

Perlu diketahui, UE mengganti sebagian besar gas pipa Rusia dengan LNG Amerika. Ini setelah eskalasi bentrok Ukraina pada tahun 2022 dan pemberlakuan hukuman terhadap Moskow.

Pergeseran tersebut menjadikan AS sebagai pemasok gas eksternal terbesar blok tersebut. Krisis daya Eropa telah memburuk sejak saat itu, dengan nilai gas dan listrik melonjak ke rekor tertinggi.

Di bawah peraturan baru, gas impor kudu memenuhi standar pemantauan, pelaporan, dan verifikasi metana nan ketat nan sebanding dengan nan diberlakukan pada produsen UE. Brussel beranggapan bahwa langkah-langkah tersebut krusial untuk mengurangi emisi salah satu gas rumah kaca paling efektif di dunia.

AS telah berasosiasi dengan Qatar, Aljazair, dan Nigeria dalam mendesak UE untuk mengubah alias menunda undang-undang tersebut. Eksportir beranggapan bahwa tidak ada langkah praktis untuk mematuhinya lantaran jaringan ladang gas, pipa, dan akomodasi pengolahan Amerika nan luas menyulitkan pengukuran emisi metana untuk setiap kargo LNG.

Mereka juga mengatakan bahwa ketidakpastian mengenai potensi hukuman telah menghalang perjanjian jangka panjang dengan pembeli Eropa.

Komisaris Energi UE, Dan Jorgensen, menolak seruan untuk melemahkan undang-undang tersebut, dengan menegaskan bahwa blok tersebut tidak bakal mengkompromikan standar lingkungannya meskipun ada tekanan dari pemasok. Menteri daya blok tersebut dijadwalkan untuk membahas masalah ini dalam pertemuan di Luksemburg pada hari Jumat.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya