Ajang Broadband Development Summit APAC 2026 di Bangkok, 14 Juli 2026.(Dok. MI)
LAYANAN internet rumah berkecepatan hingga 2 Gbps nan ditawarkan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) memperoleh pengakuan internasional setelah meraih WBBA Gigacity Champion Award dalam arena Broadband Development Summit APAC 2026 di Bangkok, 14 Juli 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas kehadiran layanan fixed broadband Starlite SUPER nan mengusung teknologi XGS-PON dan Wi-Fi 7, dengan kecepatan mencapai 2.000 Mbps dan tarif Rp250.000 per bulan.
Apresiasi itu menandai pengakuan terhadap upaya perusahaan dalam mendorong pengembangan ekosistem Gigacity melalui penyediaan jasa internet berkecepatan gigabit nan memanfaatkan teknologi Wi-Fi generasi terbaru, namun tetap dapat dijangkau masyarakat. Kehadiran jasa tersebut juga dinilai menjadi salah satu tonggak baru dalam perkembangan fixed broadband di Indonesia serta memperkuat posisi Indonesia dalam penerapan jasa Wi-Fi 7 di area Asia-Pasifik.
"Penghargaan ini merupakan pengakuan bahwa penemuan bukan hanya tentang menghadirkan teknologi paling mutakhir, tetapi juga memastikan teknologi tersebut dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin masyarakat. Melalui Starlite SUPER, kami mau membawa pengalaman internet kelas bumi dengan kecepatan hingga 2000 Mbps ke rumah-rumah di Indonesia dengan nilai nan tetap terjangkau," ujar Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Shannedy Ong dikutip pada Kamis (16/7).
Layanan tersebut didukung prasarana digital nan menggabungkan jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH) berbasis XGS-PON dengan backbone serat optik sepanjang lebih dari 8.000 kilometer nan membentang di koridor perkeretaapian nasional.
Pengembangan jaringan dilakukan berbareng NTT East melalui kepemilikan 49 persen saham NTT eASIA di WEAVE, anak upaya SURGE nan bertanggung jawab membangun dan mengoperasikan jaringan FTTH Starlite. Sementara itu, penerapan teknologi XGS-PON dan Wi-Fi 7 didukung oleh Huawei sebagai mitra penyedia solusi teknologi.
"Kami tidak membangun ini sendirian. NTT East membawa skill kelas bumi dalam pembangunan jaringan fiber, sementara para mitra teknologi kami menghadirkan solusi nan memungkinkan penerapan jasa Wi-Fi 7 berkecepatan hingga 2000 Mbps. Bersama-sama, kami membangun fondasi bagi era Gigacity di Indonesia," tambah Shannedy Ong.
Selain memperluas jaringan fiber, perusahaan juga mengembangkan jasa internet rumah berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) melalui IRA-Internet Rakyat. Layanan ini menawarkan akses internet tanpa pemisah dengan kecepatan hingga 100 Mbps seharga Rp100.000 per bulan.
Perusahaan menyebut biaya berlangganan jasa tersebut setara sekitar 1,4% dari pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita bulanan Indonesia. Angka itu berada di bawah periode keterjangkauan sebesar 2% nan ditetapkan UN Broadband Commission, sementara rata-rata biaya jasa fixed broadband tingkat pemula di Indonesia tetap berada di kisaran 4,8% dari GNI per kapita bulanan berasas info World Bank Indonesia Economic Prospects.
Melalui jasa Starlite dan IRA-Internet Rakyat, perusahaan menghadirkan pilihan layanan fixed broadband nan mencakup internet nirkabel berbiaya terjangkau hingga jasa fiber berbasis Wi-Fi 7 dengan kecepatan gigabit. Strategi tersebut ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap jasa internet berkecepatan tinggi tanpa kudu mengorbankan aspek keterjangkauan biaya. (Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·