Ilustrasi(Dok Istimewa)
BADAN Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Provinsi Jawa Barat (BPD HIPMI Jabar) menyelenggarakan aktivitas Pendidikan dan Latihan Daerah (DIKLATDA) V, di Graha Yuddha Wastu Pramukha, PUSDIKIF TNI-AD, Bandung, 8-10 Mei 2026.
Kegiatan nan mengusung tema “Maju Babarengan Untuk Jawa Barat Istimewa,” selain diikuti oleh para peserta unik Pengurus BPD & BPC HIPMI aktif se-Jawa Barat sekitar 150 orang, juga dihadiri Sekretaris Umum BPD HIPMI Jabar Akhmad Zulfikar Priyatna mewakili Umum BPD HIPMI Jabar, beserta jejeran pengurus, Perwakilan Komandan Pusdikif TNI AD, dan para Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat.
Jay Singgih selaku Wakil Sekretaris Jenderal Bidang ESDM, Lingkungan Hidup dan Kehutanan BPP HIPMI datang untuk membuka aktivitas Diklatda V BPD HIPMI Jabar, 8 Mei 2026, mewakili Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal BPP HIPMI nan berhalangan hadir.
Mengawali sambutannya, dia menyampaikan bahwa Diklatda merupakan aktivitas nan wajib dilaksanakan oleh organisasi HIPMI. Pelaksanaan Diklatda BPD HIPMI Jabar ini sebelumnya sudah dilaksanakan dan sekarang ini sebagai Diklatda penyempurnaan.
Jay mengatakan bahwa pemilihan tempat penyelenggaraan Diklatda merupakan berkah dan sangat baik. Mengingat Jawa Barat adalah provinsi dengan Perguruan Tinggi Negeri terbanyak di Indonesia, termasuk tempat sekolah dan training bagi TNI serta Polri. Sehingga Jawa Barat layak disebut sebagai rumah Pendidikan.
Lebih lanjut, disampaikan Jay Singgih nan saat ini aktif sebagai Ketua Satgas Energi BPP HIPMI, bahwa HIPMI sejak didirikan tahun 1972, hasil dari Konferensi KADIN ASEAN agar membentuk suatu wadah bagi pengusaha-pengusaha muda di Indonesia sebagai tempat belajar, berjejaring, berkolaborasi, dan berganti pikiran nan pada akhirnya dapat melahirkan pengusaha-pengusaha nan unggul ke depannya.
HIPMI menjadi Kawah Candradimuka dimana pengusaha-pengusaha muda Indonesia dan calon pemimpin bangsa ditempa dan diuji dengan segala rintangan agar menjadi pengusaha nan nasionalis, berwawasan kebangsaan, berkarakter, dan tangguh, sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, serta unggul dalam persaingan di tingkat regional hingga internasional.
Jay juga mengingatkan, jumlah entrepreneur di Indonesia baru 4 persen, sehingga HIPMI mempunyai peran nan krusial dapat mencetak lapangan-lapangan pekerjaan baru. "Itu merupakan salah satu juga solusi dalam melawan kemiskinan dan juga menciptakan lapangan-lapangan kerja baru se-Indonesia," kata Jay.
Lebih lanjut, setelah mengikuti Diklatda, maka peserta di kemudian hari dapat mengikuti Diklatnas. Dimana penyelenggaraan Diklatnas HIPMI saat ini berkolaborasi dengan Lemhannas RI sejak era Ketua Umum BPP HIPMI Erwin Aksa, kemudian Ketua Umum Raja Sapta Oktohari sampai dengan Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan MOU kerjasama tersebut telah diperpanjang untuk lima tahun ke depan. Melalui program ini, Jay meyakini BPD HIPMI Jabar bakal menseleksi kader-kader terbaiknya agar dapat mewakili kontingen Jawa Barat untuk bekerja-sama antar daerah.
"Sejatinya HIPMI ini adalah pembangun networking, saling belajar satu sama lain, saling mengisi dan saling berkolaborasi," ujar Jay.
Pada kesempatan itu, dia juga membujuk peserta untuk memanfaatkan waktu tiga hari sebaik-baiknya, lantaran Diklatda adalah forum networking, dimana peserta dapat belajar memahami nan dimaksud ruh dari ke-HIPMI-an dan organisasi.
Ditambahkan juga, bahwa semboyan dari tempat dilaksanakannya Diklatda ini, “Yuddha Wastu Pramukha”, mempunyai makna perangkat perang nan utama.
Untuk itu, dia merasa bahwa ekonomi entrepreneurship adalah perangkat perang nan utama untuk memajukan perekonomian bangsa dan negara.
Ia berambisi agar seluruh materi dan pembekalan nan diberikan oleh Narasumber dapat menambah alam pandang nan komprehensif, holistik, dan integral bagi peserta untuk dapat menerapkannya dalam bumi upaya dan memajukan usahanya sehari-hari sehingga dapat turut mewarnai pertumbuhan perekonomian nasional, khususnya di Jawa Barat.
Mengakhiri sambutannnya, Jay menyampaikan bahwa sebagai mitra strategis pemerintah, pengusaha di HIPMI kudu inline dan mempunyai keselarasan pemahaman serta sejalan dengan pemerintah. Arahan pemerintah kudu dijalankan, sementara masukan dari bumi upaya tetap dapat disampaikan secara elegan kepada lembaga dan lembaga negara terkait. Arahan pemerintah sangat dibutuhkan oleh HIPMI dalam membangun dan memajukan bumi upaya nasional. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·