Gambaran artistik tentang seperti apa rupa kreator jejak reptil purba dari 355 juta tahun nan lalu.(Dok: Martin Ambrozik)
PENEMUAN jejak fosil di Formasi Snowy Plains, Victoria utara, Australia, secara mengejutkan mengubah peta sejarah evolusi reptil dunia. Jejak kaki purba tersebut mengindikasikan bahwa hewan mirip reptil telah mendiami daratan sekitar 355 juta tahun lalu, alias 35 juta tahun lebih awal dari catatan ilmiah sebelumnya.
Sebelum temuan ini dipublikasikan, golongan amniota, nan mencakup reptil, burung, dan mamalia, diyakini baru muncul pada akhir periode Karbon, sekitar 320 juta tahun silam. Namun, bukti bentuk terbaru ini secara efektif menggeser garis waktu perkembangan golongan tersebut ke awal periode Karbon.
Jejak kaki tersebut ditemukan oleh dua paleontolog amatir pada lempengan batuan purba. Tim peneliti mengidentifikasi bahwa jejak tersebut berasal dari hewan mini dengan struktur tubuh menyerupai biawak modern.
Profesor John Long dari Universitas Flinders menegaskan bahwa ini adalah bukti tertua di bumi mengenai hewan mirip reptil nan melangkah di darat.
"Setelah mengidentifikasi jejak ini, kami menyadari bahwa inilah bukti tertua di bumi tentang hewan mirip reptil nan melangkah di darat. Temuan ini menggeser sejarah perkembangan mereka setidaknya 35 juta tahun lebih tua," ujar Profesor Long.
Grzegorz Niedzwiedzki dari Universitas Uppsala menambahkan bahwa perincian jejak ceker pada fosil menjadi petunjuk krusial. Keberadaan ceker merupakan karakter unik amniota awal nan sangat jarang ditemukan pada golongan tetrapoda lainnya, memperkuat dugaan bahwa kreator jejak tersebut adalah reptil primitif.
Para intelektual menilai penemuan ini berakibat besar pada pemahaman perkembangan tetrapoda, nenek moyang seluruh vertebrata darat modern. Dr. Alice Clement dari Universitas Flinders menjelaskan bahwa jejak kaki memberikan info perilaku dan langkah bergerak nan tidak bisa didapatkan hanya dari fosil kerangka.
Penentuan usia fosil 355 juta tahun dilakukan melalui komparasi fosil ikan pada lapisan batuan nan sama dengan situs dunia lainnya. Dr. Jillian Garvey dari Universitas La Trobe menyebut temuan ini sukses menulis ulang sejarah perkembangan vertebrata darat sekaligus membuktikan bahwa benua purba Gondwana tetap menyimpan banyak rahasia kehidupan nan belum terungkap. (Sci News/Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·