Kebakaran di Aceh Barat Meluas ke 6 Kecamatan dan Musnahkan 21 Ha Lahan

58 menit yang lalu 3
Kebakaran di Aceh Barat Meluas ke 6 Kecamatan dan Musnahkan 21 Ha Lahan Ilustrasi(Antara)

KEBAKARAN rimba dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat meluas ke enam kecamatan. Meskipun dilakukan pemadaman oleh pihak Badan Penanggulangan Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) TNI/Polri dan relawan berbareng masyarakat sekitar.

Meskipun dikian, dilokasi nan kondisi sangat kering itu cikup banyak lidah api terus menjalar ke beragam penjuru. Luas areal hutan, lahan dan termasuk kebun sawit telah mencapai sekitar 21 hektare (ha). Hingga sekarang belum diketahui sumber api alias penyebab awal kebakaran itu. 

Sesuai penelusuran Media Indonesia, Senin (3/8), enam kecamatan nan dilanda karhutla itu masing-masing adalah Kecamatan Meureubo, Samatiga, Johan Pahlawan, Woyla Barat, Bubon dan Arongan Lambalek.

Kepungan api dari segala penjuru ditambah lagi kondisi cuaca panas alias musim kemarau, proses pemadaman kudu kencang dan membutihkan waktu lama. Meskipun begitu, ada sebagian titik api nan sudah sukses dipadamkan, meskipun dibagian lainnya terus meluas. 

Kondisi lapangan sangat susah dan hembusan angin kencan menjadi tatantang serius melakukan pemadaman. Ditambah lagi sumber air sangat terbatas juga sebuah halangan paling serius. 

"Terus melakukan beragam upaya untuk memadamkan beberapa titik api nan tetap menjalar. Namun sebagian letak sudah sukses dipadamkan," tutur Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Aceh Barat Teuku Ronald Neh Diansyah.

Adapun tim dari BNPB juga ikut membantu melakukan pemadaman api, terutama jangan sampai menjalar hinggi permukiman warga. Beberapa personel dari pusat tersebut juga memberi support pengoperasian drone thermal. 

Itu adalah untuk memandang dari udara agar memudahkan pemantauan titik api alias sumber titik api. Dengan diketahui kondisi persis agar memperlancar operasi melakukan water bombing

Akibat kebakaran luar biasa itu, telah melahirkan kabut asap sehingga mengusik aktivitas masyarakat. Lalu berakibatkan berkurangnya jarak padang penduduk masyarakat, terutama para pengguna kenderaan saat malam hari. 

Lalu telah mengisik kenyamanan aktivitas warga. Bahkan terganggu jarak pandang pengendara sepeda motor mobil umum di jalan Raya sekitar Kota Meulaboh ibukota Kabupaten Aceh Barat. (MR/E-4)

Selengkapnya