Kemenkes Kawal Kasus Kematian Dokter PPDS Alex Kristo Loris di Siak

1 bulan yang lalu 25
Kemenkes Kawal Kasus Kematian Dokter PPDS Alex Kristo Loris di Siak Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kasus kematian Alex Kristo Loris (30), seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak nan ditemukan meninggal bumi di semak-semak samping rumah sakit.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan beragam pihak guna mengungkap perincian kejadian tersebut.

"Kami terus memonitor dan berkoordinasi dengan pihak mengenai untuk mendapatkan info lebih detil dan jelas khususnya dari pihak RSUD Rafian Siak dan Universitas Riau," ujar Aji saat dikonfirmasi pada Rabu (15/7).

Aji menambahkan bahwa Kemenkes menyampaikan rasa prihatin nan mendalam kepada family almarhum dan memastikan bakal memantau proses investigasi hingga tuntas. "Kemenkes prihatin terhadap kejadian tersebut dan turut bersungkawa cita atas wafatnya almarhum master Alex," imbuhnya.

Kronologi Penemuan Jenazah

Dokter Alex Kristo Loris merupakan peserta PPDS Anestesi di RSUD Rafian Siak, Riau. Berdasarkan rekaman CCTV, almarhum terakhir kali terlihat meninggalkan lingkungan RSUD pada Senin, 13 Juni 2026, pukul 18.06 WIB. Dalam rekaman tersebut, dia tampak melangkah sendirian menuju pos satpam ke arah Jalan Raya Kecik sebelum akhirnya dinyatakan lenyap kontak.

Kekhawatiran muncul dari pihak istri dan rekan sejawat setelah almarhum tidak dapat dihubungi sejak Senin malam. Meski sempat dilakukan pencarian berdikari di sekitar area rumah sakit, hasilnya nihil. Jenazah master Alex baru ditemukan oleh petugas keamanan pada Selasa pukul 13.00 WIB saat menyisir area titik terakhir korban terlihat.

Penyelidikan Kepolisian

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian master Alex tetap dalam penelusuran pihak kepolisian. Di letak kejadian, petugas menemukan barang-barang pribadi milik korban nan tetap utuh di dalam tasnya, termasuk telepon genggam (handphone), perangkat suntik, serta ampul obat.

Kemenkes berambisi koordinasi antara pihak RSUD Rafian Siak, Universitas Riau, dan kepolisian dapat segera memberikan titik terang mengenai penyebab wafatnya master residen tersebut. (H-3)

Selengkapnya