Ilustrasi.(Magnific)
BANYAK orang sekarang sudah mengenal istilah probiotik. Namun prebiotik masih kurang mendapatkan perhatian, padahal perannya tidak kalah penting. Prebiotik adalah senyawa serat nan menjadi makanan bagi kuman baik nan sudah hidup di usus Anda, alih-alih menambahkan kuman baru seperti nan dilakukan oleh probiotik.
Mendapatkan lebih banyak prebiotik ke dalam pola makan harian tidak memerlukan suplemen mahal alias bahan makanan eksotis. Beberapa jenis sayuran umum dan satu buah nan sangat terkenal sudah bisa menjalankan tugas tersebut dengan baik. Berikut lima sumber prebiotik alami nan didukung oleh sains.
1. Akar Chicory (Chicory Root)
Akar chicory mempunyai salah satu konsentrasi inulin tertinggi nan ditemukan pada tanaman mana pun. Inulin adalah jenis serat larut nan sangat disukai kuman usus. Kandungannya bisa mencapai 40% hingga 47,6 gram per 100 gram berat kering.
Selain nomor nutrisinya nan tinggi, akar chicory mempunyai kelebihan praktis: rasanya menyenangkan. Dengan profil rasa nan mirip kopi, akar chicory sering dijadikan pengganti kopi bebas kafein nan kaya antioksidan, menjadikannya salah satu langkah termudah untuk memasukkan prebiotik ke dalam rutinitas pagi Anda.
2. Bawang Putih
Bawang putih mengandung sekitar 9 hingga 16 gram inulin per 100 gram. Selain inulin, bawang putih juga mengandung fructo-oligosaccharides (FOS), memberikan dua jenis serat berbeda untuk difermentasi oleh kuman usus.
Untuk mendapatkan faedah maksimal, bawang putih sebaiknya dikonsumsi mentah. Menambahkan bawang putih mentah nan dihancurkan ke dalam saus alias dressing bakal menjaga serat prebiotik tetap utuh dibandingkan jika ditumis dalam waktu lama.
3. Bawang Bombay
Bawang bombay adalah pahlawan harian dalam asupan prebiotik lantaran sering digunakan dalam beragam masakan. Kandungan inulinnya berkisar antara 1,1 hingga 7,5 gram per 100 gram.
Selain serat, bawang bombay kaya bakal antioksidan dan flavonoid nan membantu mencegah penyakit kronis. Bawang bombay merah condong mempunyai tingkat antioksidan nan lebih tinggi dibandingkan varietas putih alias kuning.
4. Asparagus
Selain vitamin, asparagus adalah sumber inulin nan solid dengan kadar sekitar 2 hingga 3 gram per 100 gram sajian. Keunggulan asparagus terletak pada kombinasi serat dan antioksidannya nan dapat membantu menurunkan proses inflamasi dalam tubuh. Untuk menjaga kandungan seratnya, metode memasak dengan mengukus alias memanggang ringan lebih disarankan daripada merebus.
5. Pisang
Pisang mempunyai karakter unik lantaran tingkat kematangannya mengubah nilai prebiotiknya secara drastis. Pisang nan tetap agak hijau (kurang matang) mengandung resistant starch (pati resisten) nan bertindak sebagai prebiotik.
Saat pisang matang dan berbintik hitam, pati ini berubah menjadi gula biasa. Selain prebiotik, pisang kaya bakal kalium nan mendukung kesehatan jantung, kegunaan ginjal, dan stabilitas suasana hati (mood).
Memasukkan kelima makanan ini ke dalam rotasi mingguan tidak memerlukan perencanaan rumit. Sedikit bawang putih mentah, bawang bombay dalam masakan, asparagus sebagai pendamping, teh chicory, dan pisang nan tetap agak tegas sudah cukup untuk memberi makan kuman usus Anda dan memberikan pencernaan nan lebih stabil dari waktu ke waktu. (Blackberry Babe/I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·