Jakarta, CNBC Indonesia - Stabilitas pasokan daya di beragam negara, termasuk Indonesia sempat terancam seiring meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Ketegangan tersebut membikin pengedaran daya di beragam negara tersendat dan menimbulkan lonjakan nilai nan signifikan.
Berkaca dari perihal tersbut, langkah mitigasi dan mengurangi akibat dari guncangan geopolitik sangat krusial dilakukan. Salah satunya dengan mendorong ketahanan daya nasional. Dengan mencapai swasembada energi, Indonesia diharapkan bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional dari akibat perubahan nilai daya global.
Peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) domestik, elektrifikasi, dan transisi daya berkedudukan krusial dalam menghemat devisa negara, memperbaiki neraca perdagangan, serta menciptakan nilai tambah dan pengaruh berganda bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mengupas lebih dalam mengenai strategi mitigasi dan ketahanan energi, CNBC Indonesia menghadirkan Energy Forum dengan tema "Mitigation Strategies for National Resilience in Response to Global Energy Shocks".
Forum strategis nan mempertemukan regulator, legislatif, dan pelaku upaya ini bakal membahas peran sektor daya dalam memperkuat ketahanan daya nasional di tengah dinamika geopolitik dunia dan volatilitas nilai energi. CNBC Indonesia Energy Forum menjadi ruang perbincangan untuk mengkaji akibat gejolak daya bumi terhadap pasokan daya Indonesia.
Adapun forum ini bakal dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Bahlil Lahadalia sebagai Keynote Speech dan dilanjutkan dengan diskusi lintas pemangku kepentingan, untuk mengetahui gimana mendorong penguatan produksi migas domestik, perbaikan suasana investasi, serta pengharmonisan kebijakan guna menjaga ketahanan daya nasional di tengah ketidakpastian pasar daya global.
Diskusi ini menampilkan beragam pembicara diantaranya, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, Direktur Jenderal Minyak Dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, Direktur Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Kemenko Pangan, Widiastuti, Anggota Dewan Energi Nasional 2026-2030, Mohamad Fadhil Hasan, Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis dan Vice President Exploration Pertamina Hulu Rokan, Suprayitno Adhi Nugroho.
CNBC Indonesia Energy Forum digelar pada, Kamis 25 Juni 10.30 WIB di Hotel Borobudur Jakarta dan dapat disaksikan melalui cnbcindonesia.com, CNBC Indonesia TV, dan Youtube Channel CNBC Indonesia.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

1 bulan yang lalu
18







English (US) ·
Indonesian (ID) ·