Mendikdasmen Beri Dukungan Psikologis Pascateror Bom di SDN Srengseng Sawah 15

1 bulan yang lalu 26
Mendikdasmen Beri Dukungan Psikologis Pascateror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meninjau penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta, Selasa (14/7).(Dok. Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah)

MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meninjau penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta, Selasa (14/7). Kemendikdasmen bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) memberikan pendampingan psikologis serta penyuluhan kepada orangtua setelah teror peledak di SDN Srengseng Sawah 15. 

Tujuannya untuk memberikan penyuluhan kepada para orang tua agar dapat memberikan semangat kepada anak-anak serta membantu menciptakan situasi nan kondusif di lingkungan keluarga.

Mendikdasmen juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga privasi siswa serta tidak menyebarluaskan info nan berpotensi memberikan tekanan psikologis kepada anak-anak.

Sementara itu, Kepala SDN Srengseng Sawah 15, Kamtono menjelaskan bahwa sekolah telah mempersiapkan penyelenggaraan MPLS Ramah sejak sebelum tahun aliran baru dimulai. Berbagai aktivitas dirancang untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara bertahap.

Mendikdasmen berbincang dengan murid-murid baru kelas I nan tengah menjalani hari-hari pertama mereka di sekolah dasar. Di akhir kegiatan, Mendikdasmen menyerahkan kitab kepada para siswa sebagai corak support terhadap semangat belajar mereka.

"Alhamdulillah, suasana hari ini terlihat ceria dan anak-anak sudah kembali antusias untuk belajar. Tentu kondisi ini merupakan hasil support dan kerjasama beragam pihak, mulai dari kepolisian, Dinas Pendidikan, Himpunan Psikologi, para bapak dan ibu guru, orang tua, hingga jejeran RT dan RW. Semua bersama-sama memastikan penyelenggaraan MPLS Ramah melangkah dengan lancar," ujar Mendikdasmen.

Ia menegaskan bahwa MPLS Ramah merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam menghadirkan lingkungan belajar nan aman, inklusif, dan menyenangkan bagi setiap murid. Selain membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah nan baru, MPLS Ramah juga menjadi momentum menanamkan kebiasaan positif melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

"Anak-anak tampak ceria dan tidak menunjukkan rasa takut. Inilah nan mau terus kita tumbuhkan sesuai dengan semangat dan kebijakan MPLS Ramah. Kami juga mau anak-anak mempunyai kebiasaan nan baik, menjalani pergaulan nan sehat, serta bijak menggunakan gawai agar dapat tumbuh dan belajar secara optimal," ungkapnya.

Mendikdasmen juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua nan telah mendampingi putra-putrinya pada masa awal masuk sekolah. Menurutnya, support orang tua menjadi bagian krusial agar anak-anak dapat belajar dengan sebaik-baiknya. (H-4)

Selengkapnya