Menteri Jumhur Sebut Jatim Ranking 1 Jaga Lingkungan dan Kelola Sampah, SMA 1 Gresik Raih Adiwiyata

1 bulan yang lalu 16
Menteri Jumhur Sebut Jatim Ranking 1 Jaga Lingkungan dan Kelola Sampah, SMA 1 Gresik Raih Adiwiyata Menteri LH Jumhur Hidayat.(dok.istimewa)

MENTERI Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan, Provinsi Jawa Timur mendapatkan penilaian ranking 1 dalam perihal menjaga lingkungan hidup dan mengelola sampah di wilayahnya dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

"Kehadiran saya di sini memberikan endorsement atas prestasi hasil kerja Provinsi Jawa Timur dalam menjaga lingkungan dan mengelola sampah, agar bisa diikuti wilayah provinsi lainnya," kata Menteri Jumhur saat mengunjungi letak Program Adiwiyata dan SIKAP SMAN 1 Gresik, Jawa Timur, Kamis (16/7).

Menurut Menteri Jumhur, kunjungan kerja Menteri LH ke Jawa Timur dilakukan dalam rangka mengapresiasi langkah Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menjaga lingkungan hidup dan mengelola sampah sehingga mendapatkan penilaian ranking 1 oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Menteri Jumhur mengatakan, apa nan sudah dilakukan Pemprov Jawa Timur ini memberikan contoh baik bagi seluruh masyarakat Indonesia. "Ini menjadi contoh baik bagi provinsi lain agar tidak abai dan bisa memperbaiki diri dalam perihal menjaga lingkungan dan mengelola sampah di wilayahnya," kata Menteri Jumhur. 

Selain itu, dalam kunjungan kerja ke Jawa Timur, Menteri LH Moh Jumhur Hidayat menyempatan diri mengunjungi sekolah berprestasi nan sukses meraih Penghargaan Adiwiyata dari KLH. 

"KLH ada program berjulukan Adiwiyata ialah memberikan penilaian terhadap sekolah nan peduli dan mengedukasi menjaga lingkungan hidup dengan baik. Kriteria penilaian nan dilakukan KLH adalah apa nan dilakukan sekolah dalam mengedukasi soal lingkungan dilakukan secara mandiri. Sehingga sekolah inilah nan terpilih sebagai sekolah nan terbaik di Indonesia dan layak mendapatkan Adiwiyata Mandiri," jelas Menteri Jumhur.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa mengatakan, SMAN 1 Gresik sukses meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri di bagian lingkungan hidup lantaran sukses mengembangkan sikap inisiatif peduli terhadap lingkungan hidup. 

Selain itu, sekolah ini juga sukses mengembangkan potensi dalam rangka mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Yakni, dengan lahan dan akomodasi nan terbatas, sekolah ini bisa mengajarkan para siswa untuk melaksanakan pilot project bercocok tanam dan peternakan. Hasil dari aktivitas ini melangkah hingga hilirisasinya, di mana ada produk-produk nan dihasilkan bisa dimasak alias dikemas dalam corak makanan frozen, 

"Ketika kita bercerita tentang ketahanan pangan, selama ini perspektif masyarakat kudu dengan hamparan wilayah nan luas tapi rupanya kita bisa melakukan itu di lahan nan terbatas," kata Khofifah. 

Menurut Khofifah, keberhasilan sekolah SMAN 1 Gresik ini meraih Adiwiyata Mandiri menjadi referensi bagi semua institusi, bukan hanya bagi sekolah lain tapi bagi semua masyarakat. "Jadi jika ada lahan, mari menanam apa saja nan bisa ditanam, bisa pertanian, peternakan alias perikanan," pungkas Gubernur Jatim ini. (Cah/P-3)

Selengkapnya