Menyamar Jadi Pelapor Kerusakan Apple, Malware 'CrashStealer Incar Data Pengguna Mac

1 bulan yang lalu 19
Menyamar Jadi Pelapor Kerusakan Apple, Malware 'CrashStealer Incar Data Pengguna Mac ilustrasi(Magnific)

PENGGUNA komputer Mac diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan siber jenis baru. Tim peneliti dari Jamf Threat Labs, bagian riset keamanan siber di bawah perusahaan perlindungan perangkat Apple, Jamf, baru saja mengungkap kemunculan malware pencuri info teranyar berjulukan CrashStealer.

Malware ini dirancang untuk mencuri info sensitif pengguna macOS dengan menyamar sebagai utilitas pelaporan kerusakan (crash reporting) bawaan Apple sehingga tampak seperti komponen resmi sistem operasi. Melalui penyamaran tersebut, CrashStealer dapat mengumpulkan kredensial peramban, info pengelola kata sandi, dompet mata duit kripto, hingga info nan tersimpan di Keychain. 

Berdasarkan laporan miliknya Jamf Threat Labs menjelaskan bahwa sampel mencurigakan pertama kali ditemukan di jasa kajian malware VirusTotal pada awal Mei 2026. Saat itu, CrashStealer diduga tetap berada dalam tahap pengembangan. Namun, pemantauan lanjutan pada awal Juli menunjukkan malware tersebut mulai digunakan dalam serangan nyata. Berdasarkan temuan itu, para peneliti kemudian mengidentifikasinya sebagai family malware baru dan menamainya CrashStealer. 

Menurut para peneliti, CrashStealer mempunyai karakter nan berbeda dibandingkan sebagian besar malware pencuri info nan menargetkan macOS. Jika banyak infostealer lain dikembangkan menggunakan AppleScript alias Objective-C, CrashStealer dibangun sepenuhnya dengan bahasa pemrograman C++. 

Sebelum mencuri data, malware ini memverifikasi kata sandi login korban secara lokal, lampau mengumpulkan info dari beragam peramban, aplikasi pengelola kata sandi, dompet kripto, hingga Keychain. Data nan sukses dikumpulkan kemudian dienkripsi menggunakan AES-GCM sebelum dikirim ke server kendali milik pelaku. Malware ini juga bisa menyalin dan menandatangani ulang dirinya sendiri agar lebih susah terdeteksi. 

Jamf Threat Labs juga menemukan bahwa serangan diawali melalui berkas instalasi berjulukan “Werkbit Setup” nan telah ditandatangani dengan Developer ID dan memperoleh notarisasi resmi Apple. Dengan status tersebut, installer dapat melewati pemeriksaan awal Gatekeeper, sistem keamanan bawaan macOS nan berfaedah memverifikasi aplikasi sebelum dijalankan. Setelah dibuka, installer bakal mengunduh muatan utama CrashStealer dari server penyerang dan memulai proses pencurian info di perangkat korban.

Temuan ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap pengguna macOS terus berkembang dengan teknik nan makin susah dikenali. Karena itu, pengguna disarankan lebih berhati-hati saat mengunduh alias menjalankan aplikasi dari sumber nan tidak dikenal, serta memastikan sistem selalu diperbarui untuk menutup celah keamanan nan mungkin dimanfaatkan pelaku.

(CyberSecurityNews/P-4)

Selengkapnya