Nelayan Sumba Barat Daya Hilang, Terjatuh dari Perahu di Perairan Waikelo

1 bulan yang lalu 18
Nelayan Sumba Barat Daya Hilang, Terjatuh dari Perahu di Perairan Waikelo Tim SAR bersiap melakukan pencarian korban lenyap di Perairan Waikelo, Sumba Barat Daya, NTT.(Dok. Tim SAR NTT)

SEORANG nelayan dilaporkan lenyap setelah terjatuh dari perahu saat melepas jaring alias pukat di Perairan Waikelo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban diketahui berjulukan Kristofel Dawa, 26, penduduk Desa Kadaghu Tana, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, mengonfirmasi bahwa musibah tersebut terjadi pada Senin (13/7) sekitar pukul 22.00 Wita. Namun, laporan baru diterima tim SAR dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya, Stef Malo, pada Selasa (14/7) pukul 14.25 Wita.

Merespons laporan tersebut, sebanyak enam personel rescue dari Pos SAR Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, dikerahkan menuju lokasi. Tim menggunakan satu unit kendaraan operasional nan dilengkapi peralatan SAR lengkap. Mereka tiba di Waikelo pada pukul 23.35 Wita setelah menempuh perjalanan darat selama kurang lebih sembilan jam.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan Mexianus, kejadian bermulai saat korban berangkat melaut berbareng kakaknya, Kornelis Topu Bani, dan tiga nelayan lainnya. Mereka berencana menangkap ikan menggunakan pukat di Perairan Waikelo.

"Saat proses penurunan pukat berlangsung, korban diminta kakaknya untuk mendayung perahu. Namun, beberapa saat kemudian korban nan sebelumnya berada di bagian belakang perahu sudah tidak terlihat," ujar Mexianus.

Menyadari adiknya hilang, Kornelis langsung berteriak meminta pertolongan kepada tiga rekan lainnya. Mereka sempat melakukan upaya pencarian berdikari dengan langkah menyelam di sekitar letak kejadian. Namun, upaya tersebut nihil lantaran korban diketahui tidak bisa berenang dan kondisi perairan saat itu sangat gelap.

Setelah pencarian awal tidak membuahkan hasil, para nelayan kembali ke Dermaga Waikelo untuk melaporkan kejadian tersebut kepada petugas KP3 Laut Waikelo.

Operasi SAR Gabungan

Operasi pencarian secara intensif dilanjutkan pada Rabu (15/7) mulai pukul 07.00 Wita. Pencarian ini melibatkan beragam unsur campuran nan terdiri dari personel Pos SAR Waingapu, BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya, KP3 Laut Waikelo, Polres Sumba Barat Daya, serta family korban dan masyarakat setempat

Hingga buletin ini diturunkan, tim campuran tetap terus menyisir area perairan Waikelo guna menemukan keberadaan korban. (H-3)

Selengkapnya