Ngeri! Kyiv Digempur Drone Rusia Berhari-hari, 37 Orang Tewas

1 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Kyiv, ibu kota Ukraina, kembali menghadapi teror serangan udara Rusia. Selama beberapa hari terakhir, sirine serangan udara terus meraung ketika gelombang demi gelombang drone Rusia membanjiri kota, menguras pertahanan udara Ukraina nan terbatas dan membikin penduduk semakin kelelahan setelah bertahun-tahun perang.

Melansir The New York Times, serangan terbaru Rusia menyasar sejumlah penyimpanan dan pusat perbelanjaan. Pada Sabtu (29/8/2026), otoritas Ukraina menyebut sedikitnya 37 orang tewas dalam serangan terhadap sebuah akomodasi di luar Kyiv.

Serangan nan terjadi pada Jumat, (28/8/2026) malam itu memicu ledakan susulan dalam jumlah besar, hingga menutupi area pinggiran kota dengan kepulan asap. Otoritas Ukraina tidak menyebut jenis akomodasi tersebut, tetapi keterangan mereka mengindikasikan bahwa letak itu merupakan penyimpanan amunisi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, penyelidikan pidana terhadap pengelolaan penyimpanan tersebut telah dimulai. Fasilitas itu berada di dekat pemukiman warga, serta tempat nan digunakan untuk lansia dan penyandang disabilitas. Wilayah Kyiv juga bakal menetapkan Minggu sebagai hari berkabung.

Insiden serupa terjadi bulan lampau ketika sebuah penyimpanan amunisi di wilayah lain di luar Kyiv hancur dan menewaskan beberapa orang. Keputusan menyimpan persenjataan rawan di area sipil pun tengah diselidiki secara terpisah.

"Membuat kesalahan nan sama selama tahun kelima invasi skala penuh adalah kelalaian kriminal," kata Perdana Menteri Ukraina Serhii Koretskyi, dikutip dari The New York Times.

"Dan semua pihak nan bertanggung jawab, tanpa terkecuali, kudu menghadapi balasan berat agar situasi seperti ini tidak terjadi lagi," sambungnya.

Ukraina Kekurangan Rudal Patriot

Ukraina sekarang kesulitan menghadapi serangan drone Rusia. Sebagian drone tersebut menggunakan mesin jet nan memungkinkan mereka terbang dengan kecepatan nyaris 400 mil per jam.

Kampanye serangan drone terbaru juga terjadi ketika Ukraina menghadapi kekurangan parah rudal pencegat Patriot, satu-satunya senjata nan dimiliki negara tersebut untuk menembak jatuh rudal balistik.

Rusia memanfaatkan celah dalam persenjataan Ukraina tersebut sepanjang musim panas ini. Warga pun bersiap menghadapi kemungkinan gelombang serangan drone nan sengaja digunakan untuk menguras unit pertahanan udara Ukraina, sebelum serangan rudal balistik nan lebih besar dalam beberapa hari mendatang.

Sebelumnya, Rusia kerap meluncurkan drone pengintai pada siang hari sebelum melancarkan serangan campuran drone dan rudal pada malam hari. Namun, pengerahan drone bersenjata dalam jumlah besar nan sekarang setiap hari membanjiri Kyiv menunjukkan adanya strategi baru untuk menyebarkan ketakutan dan kecemasan.

Meski sebagian besar toko dan restoran di Kyiv tetap beroperasi, serangan nan terus berjalan telah menyebabkan kemacetan lampau lintas parah serta keterlambatan jasa metro.

Situasi tersebut juga berpotensi mengganggu rencana para pelajar untuk kembali berguru pada Selasa, (1/9/2026) mendatang.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya