Nvidia Tepis Isu Bubble AI, Sebut Permintaan Sangat Kuat

1 bulan yang lalu 20
Nvidia Tepis Isu Bubble AI, Sebut Permintaan Sangat Kuat CEO Nvidia Corp., Jensen Huang.(Dok. Nvidia.)

CEO Nvidia Corp., Jensen Huang, menegaskan bahwa investasi besar-besaran pada sektor kecerdasan buatan (AI) merupakan strategi upaya jangka panjang nan didasari oleh permintaan pasar nan nyata dan masif. Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pihak mengenai potensi munculnya kejadian "gelembung" (AI bubble) di sektor teknologi AI tersebut.

AI bubble adalah kondisi di mana nilai pasar, investasi, dan ekspektasi terhadap teknologi kepintaran buatan melambung sangat tinggi, jauh melampaui keahlian riilnya dalam menghasilkan keuntungan

"Kita tetap sangat jauh dari gelembung AI," ujar Huang kepada awak media di Tokyo, Rabu (15/7). Ia menambahkan bahwa saat ini permintaan terhadap prasarana AI tetap berada pada level nan luar biasa kuat.

Menurut Huang, pengembangan prasarana teknologi AI bukan merupakan tren sesaat, melainkan proses berkepanjangan nan diperkirakan memerlukan waktu setidaknya satu dasawarsa ke depan untuk betul-betul matang.

Potensi AI Fisik di Jepang

Dalam kunjungannya ke Tokyo untuk menghadiri sejumlah agenda korporasi, Huang secara unik menyoroti potensi besar Jepang dalam pengembangan "AI fisik". Teknologi ini merujuk pada keahlian robot dan perangkat keras lainnya untuk beraksi secara otonom di bumi nyata.

Ia menilai Jepang berada pada posisi nan sangat menguntungkan untuk memimpin sektor ini. Hal tersebut didukung oleh rekam jejak historis Jepang nan unggul dalam industri manufaktur presisi serta keahlian produksi skala besar.

Selain itu, Huang memandang AI sebagai solusi strategis bagi Jepang dalam menghadapi krisis tenaga kerja nan kronis. "Melalui otomatisasi, AI, dan robotika, Anda dapat memperkuat tenaga kerja nan ada serta meningkatkan produktivitas nasional," jelasnya.

Kedaulatan AI (Sovereign AI)

Sejalan dengan langkah Pemerintah Jepang nan tengah gencar mendorong pengembangan AI domestik demi keamanan nasional dan perlindungan data, Huang menekankan pentingnya konsep kedaulatan teknologi.

Ia menyatakan bahwa kepintaran sebuah bangsa kudu dipupuk, ditingkatkan, dan dikembangkan secara berdikari di dalam negeri. Terkait perihal ini, Huang mengungkapkan bahwa Nvidia tengah bersiap untuk menyampaikan sejumlah pengumuman krusial mengenai sovereign AI (AI berdaulat) dalam pekan ini.

Pernyataan Jensen Huang ini muncul di tengah persaingan dunia nan kian ketat dalam penguasaan cip AI, di mana Nvidia saat ini memegang posisi dominan sebagai penyedia perangkat keras utama bagi perusahaan teknologi dunia. (Ant/Kyodo/H-3)

Selengkapnya