Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya berjaga saat proses penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror peledak di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta, Senin (13/7/2026). Personel Brimob menyisir letak tersebut untuk memastikan keamanan lingkun( ANTARA FOTO/Fauzan/tom.)
PELAKU teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, nan berinisial MY, 34, disebut terlilit utang pinjaman online (pinjol), hingga bank keliling.
Ketua RT 03/RW 04, Gang Kidan, Srengseng Sawah, Anton Sianipar menjelaskan pelaku teror peledak di SDN Srengseng Sawah 15 kerap didatangi oleh penagih utang.
"Ada laporan ke JAKI mengenai maraknya pinjol di lingkungan RT saya. Sehingga dari pihak kelurahan menegur saya untuk memberantas itu. Setelah kejadian ini kita telusuri rupanya nan melakukan laporan JAKI mengenai pinjol ya dia sendiri. Karena dia banyak terjerat pinjol," kata Ketua RT 03/RW 04 Anton Sianipar di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (15/7).
Anton mengatakan MY tak mempunyai pekerjaan tetap. Ia terkadang ikut orang tuanya untuk memperbaiki air conditioner (AC).
"Ikut bantu-bantu servis AC, cuci AC," ujar Anton.
Meskipun demikian, dia mengatakan MY dikenal sebagai penduduk nan membaur dengan penduduk lainnya. Bahkan, mereka mengobrol di pos ronda malam sebelum kejadian teror peledak di SDN Srengseng Sawah 15.
"Malam itu, malam sebelum dia melakukan teror itu, tetap ngobrol bareng sama saya di pos ronda," ujar Anton.
MY, telah ditetapkan sebagai tersangka teror peledak di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Teror tersebut diterima oleh seorang pembimbing nan mengajar di kelas 1 dan staf tata upaya (TU) melalui pesan di apliasi oborola saat hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7).
Polisi mengungkapkan motif Pelaku MY ialah tersinggung dengan pernyataan seorang pembimbing soal seragam sekolah. Ia dikenakan Pasal 601 KUHP mengenai ancaman teror. (Ant/H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·