Penyaluran Rumah Subsidi Baru 30%, Perlindungan Sawah Jadi Kendala?

1 bulan yang lalu 13

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyaluran rumah subsidi alias Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga tahun 2026 ini tetap terus digenjot. Hingga 23 Juni 2026, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 81.268 unit rumah alias 23,22 persen dari sasaran 350.000 unit rumah dengan nilai pembiayaan mencapai Rp10,1 triliun.

Sementara itu, andaikan ditambah dengan rumah nan telah memasuki tahap janji kredit, capaian mencapai 103.003 unit alias sekitar 29,43 persen dari sasaran tahunan. Pemerintah tengah melakukan beragam strategi nan bakal ditempuh untuk memastikan sasaran 350.000 unit FLPP dapat tercapai hingga akhir tahun.

"Strategi capaian 350.000 unit dari BP Tapera di antaranya adalah penguatan sasaran market segmentasi, penguatan promosi, penguatan sinergi dan kolaborasi, penguatan digital marketing, serta penerapan kebijakan maksimal tenor pembiayaan FLPP 40 tahun," ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Namun ada beberapa tantangan nan dihadapi dalam penyelenggaraan program FLPP, termasuk akibat kebijakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Baku Sawah (LBS) terhadap publikasi perizinan dan sertifikat. Untuk mengatasi perihal tersebut, pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri ATR/BPN sebagai solusi percepatan.

Selain itu, penerapan relaksasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK turut menjadi perhatian. OJK telah memberikan support melalui sejumlah kebijakan, antara lain percepatan pengkinian pelaporan info angsuran nan telah lunas, pembatasan info nilai angsuran nan ditampilkan dalam SLIK, serta pemberian akses langsung kepada BP Tapera untuk melakukan pengecekan info SLIK.

Pemerintah juga resmi mengimplementasi skema KPR FLPP hingga 40 tahun. Untuk rumah subsidi tapak, pemerintah mengkaji skema angsuran sekitar Rp500 ribuan per bulan melalui penerapan suku kembang berjenjang, sementara untuk rumah susun subsidi ditargetkan angsuran sekitar Rp700 ribuan per bulan melalui sistem nan sama.

Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan suku kembang KPR FLPP rumah tapak tetap sebesar 5 persen dan rumah susun subsidi sebesar 6 persen hingga masa tenor berakhir.

"Tadi juga diminta Tapera bisa bekerja lebih keras agar bisa mencapai target. Ya sudah disiapkan kuota 350.000 agar bekerja dengan keras, berkoordinasi dengan perbankan dan developer ya, dan Bapak Presiden sudah memberikan BPHTB cuma-cuma serta PBG gratis," katanya.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya