Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Meningkatkan Keberhasilan Bayi Tabung

1 jam yang lalu 3
Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Meningkatkan Keberhasilan Bayi Tabung Ilustrasi bayi tabung. Kini AI alias kepintaran buatan dapat dimanfaatkan untuk membantu master dalam mengambil keputusan medis selama program bayi tabung(Magnific)

BAYI tabung (IVF) sekarang memasuki babak baru dengan integrasi Artificial Intelligence (AI). Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, menjelaskan bahwa AI sekarang berkedudukan krusial dalam memberikan rekomendasi pada master untuk mengambil keputusan medis nan lebih jeli selama proses bayi tabung.

Menurut Prof. Budi, penggunaan teknologi ini mencakup seluruh tahapan krusial, mulai dari pemilihan sperma hingga pemantauan perkembangan embrio. "Sekarang kita bisa pilih sperma dengan teknologi, embrionya pun dibesarkan dan dipilih dengan teknologi, dengan artificial intelligence," ujarnya dalam jumpa media di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Bagaimana AI Bekerja dalam Proses Seleksi Embrio?

Salah satu tantangan terbesar dalam program bayi tabung adalah menentukan embrio mana nan mempunyai kesempatan tertinggi untuk menempel di rahim (implantasi). AI datang untuk memproses info dalam jumlah besar secara sigap dan objektif, sesuatu nan susah dilakukan secara manual oleh mata manusia.

Berikut adalah langkah kerja AI dalam memberikan rekomendasi pada proses bayi tabung:

  • Analisis Ritme Pembelahan Sel: AI mengukur setiap ritme pembelahan sel secara mikroskopis. Hal ini dilakukan untuk memprediksi potensi implantasi tertinggi berasas pola perkembangan sel nan ideal.
  • Seleksi Genetik: Teknologi ini membantu menyeleksi embrio dengan kualitas genetik terbaik, memastikan kromosom dalam kondisi normal.
  • Pelacakan Rekam Jejak (Track Record): Berbeda dengan pengamatan konvensional nan hanya berupa "tangkapan gambar" sesaat, AI bisa menganalisis seluruh riwayat perkembangan embrio secara mendalam.

"Kalau dengan mata biasa, kita hanya bisa menjepret saja, kita tidak tahu apa nan terjadi dengan embrio ini. Tapi dengan support AI kita dapat mengetahui secara kuat track record dari embrio," jelas Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) tersebut.

Teknologi Pendukung: PGT dan Inkubator Cerdas

Selain AI, terdapat dua teknologi utama nan sekarang semakin masif digunakan dalam praktik bayi tabung untuk meminimalisir akibat kegagalan:

Teknologi Fungsi Utama
Pre-Implantation Genetic Testing (PGT) Menyeleksi dan memastikan embrio mempunyai kromosom normal sebelum ditanam, guna menyingkirkan kelainan bawaan berat.
Inkubator Cerdas (Time-Lapse) Memantau pembelahan embrio secara berkepanjangan tanpa perlu mengeluarkannya dari inkubator, sehingga suhu dan lingkungan tetap stabil.

Meskipun AI memberikan info nan sangat akurat, Prof. Budi nan berpraktik di RS Pondok Indah menekankan bahwa teknologi ini hanyalah perangkat bantu alias pemberi rekomendasi. Keputusan akhir mengenai tindakan medis tetap berada di tangan master spesialis.

"Kita tidak mungkin bilang kepada pasien bahwa AI nan memutuskan. Pembuat keputusan tetap adalah dokter," tegasnya. Ia menambahkan bahwa AI tidak bakal menggantikan posisi dokter, namun master nan tidak mengangkat perkembangan teknologi bakal tertinggal dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (Ant/H-4)

Selengkapnya