PIKI dan Kemenkes Deklarasikan Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045

1 bulan yang lalu 23
 PIKI dan Kemenkes Deklarasikan Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 DPP PIKI berbareng Kementerian Kesehatan dan beragam aras gereja menggelar Seminar Nasional.(Dok.Istimewa)

DEWAN Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) berbareng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan beragam aras gereja menggelar Seminar Nasional dan Deklarasi "Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045" di GBI Bethel Summarecon, The Journey, Bandung. Kegiatan tersebut menjadi forum kerjasama lintas sektor untuk memperkuat komitmen membangun sistem kesehatan nasional nan tangguh, inklusif, dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045.

Seminar diikuti unsur pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, tokoh gereja, organisasi kekristenan, serta beragam pemangku kepentingan. Forum tersebut membahas tantangan kesehatan di masa depan sekaligus merumuskan rekomendasi untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional.

Dalam aktivitas itu, DPP PIKI juga menyerahkan Buku Putih Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 sebagai rekomendasi bagi pemerintah dalam penyusunan, pelaksanaan, dan pertimbangan kebijakan di bagian kesehatan.

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa setiap penduduk negara berkuasa memperoleh pelayanan kesehatan nan layak. "Setiap orang berkuasa mendapatkan jasa kesehatan," ujar Akhmad Wiyagus.

Dewan Kehormatan DPP PIKI Hashim Djojohadikusumo mengatakan kedaulatan kesehatan merupakan bagian nan tidak terpisahkan dari kedaulatan bangsa. Menurutnya, Indonesia kudu mempunyai sistem kesehatan nan mandiri, inovatif, dan berkeadilan.

"Bangsa nan kuat adalah bangsa nan bisa melindungi kesehatan rakyatnya melalui sistem nan mandiri, inovatif, dan berkeadilan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, bumi pendidikan, dan organisasi keagamaan menjadi modal besar untuk mewujudkan Indonesia nan sehat dan berkekuatan saing menuju tahun 2045," katanya.

INVESTASI JANGKA PANJANG
Ketua Umum DPP PIKI nan juga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan pembangunan kesehatan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Karena itu, PIKI terus mendorong kontribusi kaum intelektual Kristen dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor kesehatan.

"PIKI percaya bahwa pembangunan kesehatan merupakan investasi utama bagi masa depan bangsa. Melalui seminar nasional ini, kami mau memperkuat sinergi antara pemerintah, gereja, akademisi, dan masyarakat untuk melahirkan pendapat serta langkah konkret demi terciptanya sistem kesehatan nan semakin kuat, merata, dan berpihak kepada seluruh rakyat Indonesia," ujar Maruarar.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PIKI nan juga Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menilai transformasi sistem kesehatan hanya dapat sukses melalui keterlibatan seluruh komponen masyarakat.

"Kemenkes terus melakukan transformasi sistem kesehatan nasional agar pelayanan semakin berkualitas, mudah diakses, dan berkelanjutan. Kemitraan berbareng PIKI dan aras-aras gereja merupakan contoh kerjasama strategis nan dapat memperkuat edukasi kesehatan, promotif-preventif, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan di Indonesia," katanya.

FONDASI PEMBANGUNAN DAERAH
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi penyelenggaraan seminar nasional tersebut. Menurutnya, kesehatan masyarakat kudu menjadi fondasi utama pembangunan wilayah maupun nasional.

"Saya menyambut baik kerjasama antara PIKI, Kemenkes, dan gereja-gereja dalam membangun kesadaran berbareng bahwa kesehatan adalah tanggung jawab kita semua. Semangat gotong royong inilah nan bakal memperkuat Indonesia menuju 2045. Negara memang kudu bertanggung jawab terhadap aspek material penduduk negara," ujar Dedi.

Seminar Nasional "Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045" menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis nan diharapkan menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan pembangunan kesehatan nasional. DPP PIKI, Kementerian Kesehatan, dan beragam aras gereja juga menyatakan komitmen untuk terus memperkuat kerjasama melalui pengembangan gagasan, inovasi, dan program nyata guna mendukung terwujudnya sistem kesehatan Indonesia nan tangguh, merata, dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045. (E-2)

Selengkapnya