Jakarta, CNBC Indonesia - Ada stigma nan kuat bahwa tanaman bawang putih susah alias berkembang tumhuh baik di Indonesia. Kondisi ini membikin produksi bawang putih Indonesia rendah, sehingga membikin Indonesia kudu berjuntai 90% lebih bawang putih impor.
Satgas Pangan Polri memperkuat upaya mendukung program swasembada pangan nasional melalui pengembangan budidaya bawang putih di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pada Minggu (26/7/2026), Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf melakukan kunjungan ke Kelompok Tani Pusuk Pujata untuk memberikan support secara langsung terhadap pengembangan varietas dan peningkatan produksi bawang putih nasional.
Program ini merupakan tindak lanjut dari pengarahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto nan sejak dilantik pada Oktober 2024 menetapkan swasembada pangan sebagai sasaran nasional pada beragam komoditas bahan pokok penting.
Menyikapi kebijakan tersebut, Satgas Pangan Polri mengambil langkah strategis dengan mengembangkan budidaya bawang putih sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Saat menjabat sebagai Kasatgas Pangan Polri, Irjen Pol. Helfi Assegaf menginisiasi kerja sama penanaman bawang putih berbareng Kelompok Tani Pusuk Pujata di Kecamatan Sembalun. Program nan dimulai pada 2025 dengan lahan seluas 15 hektare tersebut terus berkembang secara signifikan.
Hingga Juli 2026, luas pertanaman bawang putih telah mencapai 534 hektare dengan varietas Sangga Sembalun dan Lumbu Putih nan mempunyai produktivitas rata-rata 20-25 ton per hektare.
Pada Juli 2026, Satgas Pangan Polri juga melaksanakan panen raya di lahan seluas 105 hektare. Hingga saat ini, progres panen telah mencapai 76 persen alias sekitar 73,5 hektare dengan total produksi sebanyak 1.470 ton. Seluruh hasil panen kemudian diproses melalui dua lantai jemur utama serta sejumlah lantai jemur milik mitra Kelompok Tani Pusuk Pujata untuk menjaga kualitas hasil produksi.
Kapolda Lampung selaku Kasatgas Pangan Daerah, Irjen Pol. Helfi Assegaf, mengatakan keberhasilan pengembangan bawang putih di Sembalun menjadi bukti nyata sinergi antara Polri dan para petani dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
"Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia bisa mewujudkan swasembada pangan menjadi semangat kami untuk terus bergerak. Di tengah dinamika geopolitik bumi nan penuh tantangan, ketahanan pangan merupakan fondasi krusial bagi ketahanan bangsa. Karena itu, Satgas Pangan Polri berbareng Kelompok Tani Pusuk Pujata terus meningkatkan luas tanam, produktivitas, dan kualitas bawang putih agar Indonesia semakin berdikari dan tidak berjuntai pada impor," ujar Irjen Pol. Helfi Assegaf.
Ia menambahkan, Satgas Pangan Polri berbareng Kelompok Tani Pusuk Pujata bakal terus memperkuat penemuan di sektor pertanian. Dalam waktu dekat, bakal diperkenalkan varietas baru hasil uji genetik berjulukan HAAS nan mempunyai kelebihan dapat ditanam di beragam ketinggian, lebih adaptif, serta menghasilkan umbi nan lebih besar dibandingkan varietas sebelumnya.
"Varietas HAAS diharapkan menjadi terobosan baru dalam meningkatkan produktivitas bawang putih nasional. Dengan penemuan ini, kami optimistis pengembangan bawang putih dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia dan semakin memperkuat kemandirian pangan nasional," kata Helfi Assegaf.
Satgas Pangan Polri terus memperkuat upaya mendukung program swasembada pangan nasional melalui pengembangan budidaya bawang putih di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (26/7/2026). (Istimewa) Foto: (Istimewa)
(hoi/hoi)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·