Muktaman ke-35 NU(Dok. YouTube Sekretariat Presiden)
PRESIDEN Prabowo Subianto secara resmi membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8). Dalam sambutannya, Kepala Negara menegaskan bahwa NU merupakan lembaga berhistoris nan mempunyai jasa besar dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
Prabowo menyoroti lagu Syubbanul Wathon sebagai bukti nyata semangat patriotisme dan nasionalisme organisasi tersebut. Menurutnya, lagu ciptakan KH Abdul Wahab Chasbullah itu lahir belasan tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan, di saat corak negara Indonesia belum terumuskan secara jelas.
"Pemimpin-pemimpin religius berani membikin lagu nan demikian patriotik dan demikian nasionalis. Belasan tahun sebelum proklamasi kemerdekaan sudah ada lagu ini," ujar Prabowo di hadapan para muktamirin.
Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa lirik lagu tersebut mencerminkan cita-cita pendiri NU agar bangsa Indonesia bangkit menjadi bangsa nan terhormat. Ia menekankan bahwa kehormatan sebuah bangsa sangat berjuntai pada terwujudnya keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat.
"Bangsa nan terhormat adalah bangsa nan setara dan makmur. Tidak ada bangsa nan dihormati jika dia tidak makmur, dan tidak ada kemakmuran tanpa keadilan," tegasnya.
Pembukaan muktamar ditandai dengan prosesi pemukulan bedug oleh Presiden Prabowo nan didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua Umum PBNU H. Yahya Cholil Staquf, serta Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar. Usai prosesi, Presiden menerima penyematan serban hijau dari Rais Syuriyah PBNU KH Ali Akbar Marbun.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berjalan pada 27-31 Agustus 2026. Forum tertinggi organisasi ini bakal menjadi ruang konsolidasi bagi penduduk NU untuk merumuskan arah organisasi dalam menghadapi tantangan keumatan, kebangsaan, serta perkembangan era di masa depan. (Ant/Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·