Psikolog UI: Anak Jangan Jadi Sasaran Perundungan Akibat Kesalahan Orangtua

1 bulan yang lalu 27
 Anak Jangan Jadi Sasaran Perundungan Akibat Kesalahan Orangtua Ilustrasi(magnific)

PSIKOLOG anak dan family dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Sani B. Hermawan, menegaskan bahwa anak tidak semestinya menanggung beban alias akibat negatif dari kesalahan nan dilakukan oleh orangtua mereka. Hal ini termasuk menjadi sasaran perundungan (bullying) akibat tindakan orang dewasa di lingkungan sosial maupun sekolah.

Pernyataan tersebut merupakan respons terhadap kasus seorang orangtua siswa nan diduga mengirimkan pesan ancaman peledak ke sebuah sekolah dasar di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Buntut dari peristiwa tersebut, anak dari pelaku dilaporkan menjadi sasaran perundungan oleh lingkungan sekitarnya.

"Orangtua alias rumah merupakan tempat kondusif dan tempat nyaman untuk seorang berkembang. Ketika orangtua sebagai tempat kondusif dan nyaman tidak berfungsi, maka anak bakal menjadi korban," ujar Sani saat dihubungi di Jakarta, Rabu (15/7).

Dampak Kegagalan Fungsi Rumah

Sani menjelaskan bahwa ketika orangtua kandas menghadirkan rasa kondusif di rumah, anak berisiko kehilangan ruang untuk menyampaikan perasaan. Kondisi ini membikin anak kesulitan mengelola emosi nan mereka alami sehari-hari.

Lebih lanjut, akumulasi emosi negatif nan tidak tersalurkan dapat memicu masalah perilaku nan lebih serius di masa depan.

"Anak jadinya tidak bisa meregulasi emosi dengan baik. Anak menumpuk akumulasi emosi negatif secara terus-menerus sehingga bakal terjadi satu ledakan perilaku lain nan bisa menyebabkan kerugian diri sendiri maupun orang lain," tambahnya.

Pentingnya Pola Asuh Sehat

Untuk mencegah akibat psikologis nan buruk, Sani menyarankan orang tua untuk:

Komponen Manfaat bagi Anak
Komunikasi Terbuka Anak mempunyai ruang kondusif untuk bercerita dan "curhat".
Regulasi Emosi Anak bisa menyalurkan emosi secara positif.
Pola Asuh Sehat Mengembangkan kegunaan anak menjadi lebih baik dan tidak terpuruk.

Peran Sekolah dan Lingkungan

Sani menekankan bahwa tanggung jawab melindungi anak tidak hanya berada di pundak keluarga. Sekolah dan lingkungan sosial mempunyai peran krusial dalam membentengi anak dari akibat sosial maupun psikologis akibat kesalahan nan dilakukan orang dewasa di sekitar mereka.

"Anak tidak salah, anak korban dari sistem nan keliru," tegas Sani.

Ia mendorong pihak sekolah untuk menyediakan ruang kondusif bagi anak untuk bercerita. Di sisi lain, masyarakat dan family besar perlu bekerja sama mencegah anak menjadi sasaran stigma maupun perundungan atas perbuatan nan sama sekali bukan tanggung jawab sang anak. (Ant/Z-1)

Selengkapnya