Ratusan Warga Jember Kekurangan Pasokan Air Bersih, PMI Jatim Distribusikan Air Bersih

1 bulan yang lalu 18
Ratusan Warga Jember Kekurangan Pasokan Air Bersih, PMI Jatim Distribusikan Air Bersih PMI mendistribusikan air bersih kepada penduduk Jember.(MI/Faishol Taselan)

SEBANYAK 66 kepala family alias 158 jiwa di Dusun Bunder, Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, kekurangan air bersih akibat musim kemarau nan melanda wilayah tersebut. 

“Mereka mengalami kesulitan air bersih sejak awal Juli 2026. Ada 66 kepala family alias 158 jiwa nan kekurangan pasokan air bersih,” kata Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Jawa Timur, Edi Purwinarto di Surabaya, Rabu (15/7).

PMI Jawa Timur mengirim satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih didistribusikan ke wilayah terkena kekeringan di Kabupaten Jember, salah satunya di Dusun Bunder, Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember.

PMI Kabupaten Jember sejak musim tandus ini telah menyalurkan 30.000 liter air bersih kepada 66 kepala family (158 jiwa) nan mengalami kesulitan memperoleh air bersih sejak awal Juli 2026.

Setiap dua hari sekali, PMI Jember mengoperasikan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mengisi enam tandon air nan tersebar di lingkungan warga. Empat tandon berkapasitas 1.200 liter dan dua tandon masing-masing berkapasitas 1.100 liter.

Edi Purwinarto mengatakan, kejadian El Nino menyebabkan musim tandus lebih panjang sehingga berakibat pada meningkatnya potensi kekeringan di beragam wilayah di Jawa Timur.

"Dari info nan kami terima, El Nino berakibat pada musim tandus nan dimulai Juli hingga Agustus sebagai tahap awal. Puncaknya diperkirakan berjalan Agustus sampai Oktober, apalagi bisa bersambung hingga awal 2027," ujarnya.

Ia menjelaskan, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, terdapat 29 wilayah nan berpotensi mengalami kekeringan. Namun hingga saat ini baru 11 kabupaten/kota nan telah menetapkan status darurat kekeringan dan enam wilayah nan aktif melakukan pengedaran air bersih kepada masyarakat. 

"Dari Jember, besok saya bakal melanjutkan monitoring ke Kabupaten Bondowoso nan juga terdampak kekeringan," katanya.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Jember, Narto,  mengatakan pengedaran air bersih dilakukan sejak 2 Juli 2026 berasas penugasan dalam penanganan darurat kekeringan di wilayah Pakusari.

"Hingga saat ini PMI telah menyalurkan 30.000 liter air bersih menggunakan satu unit truk tangki nan beraksi setiap dua hari sekali sesuai kebutuhan masyarakat. Saat ini kami melayani 66 kepala family alias sekitar 158 jiwa," ujarnya.

Air bersih nan disalurkan berasal dari Perumdam Tirta Pendalungan Jember nan memberikan pasokan secara cuma-cuma sebagai corak support terhadap penanganan musibah kekeringan.

Salah seorang penduduk Dusun Bunder, Jayuk, mengaku support air bersih dari PMI sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Kami terbantu untuk kebutuhan minum, memasak, dan berwudhu. Kalau mandi tetap kudu ke sungai nan jaraknya cukup jauh lantaran sumber air di desa sudah tidak layak digunakan," katanya. (FL/E-4)

Selengkapnya