Ribut Dengan Presiden, Wapres Pilih Mengundurkan Diri

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden Tanzania, Emmanuel Nchimbi, secara mengejutkan memutuskan untuk meletakkan jabatannya. Langkah tersebut menorehkan sejarah baru sebagai pengunduran diri wakil presiden nan pertama di negara Afrika Timur tersebut.

Berdasarkan laporan BBC International pada Kamis (27/08/2026), keputusan mendadak ini menyusul berita perselisihannya dengan Presiden Samia Suluhu Hassan dalam beberapa pekan terakhir. Lewat unggahan surat singkat di akun IG pribadinya, politisi berumur 54 tahun itu menyatakan mundur demi menghormati kehendak presiden-kabar nan telah dibenarkan oleh pihak kepresidenan serta sumber internal kantornya.

Emmanuel menyatakan bahwa dia bakal pensiun dari kehidupan publik pada akhir pekan depan. Pengunduran diri ini terjadi kurang dari 10 bulan setelah dia dilantik sebagai wakil dari Samia.

Perlu diketahui, sebelumnya, mereka berdua adalah pasangan nan memenangkan pemilihan presiden pada Oktober tahun lalu, dan resmi dilantik pada bulan November setelah menyapu bersih 98% suara. Pemilu tersebut dipenuhi sengketa dan memicu protes kekerasan nan berujung pada kematian sedikitnya 500 orang menurut penyelidikan resmi.

Kelompok oposisi dan organisasi kewenangan asasi manusia apalagi menuduh pasukan keamanan melakukan tindakan keras dan sadis terhadap para pengunjuk rasa anti-pemerintah pascapemungutan suara.

Terkait keputusannya untuk lengser, Emmanuel menyinggung janji nan pernah dia buat kepada Samia bahwa dia siap pergi dari jabatannya jika sang presiden menginginkan wakil nan baru.

"Saya telah menjadi yakin, tanpa keraguan, bahwa presiden menginginkan perubahan, dan oleh lantaran itu saya telah memutuskan untuk memenuhi janji saya," ungkap-nya.

Ia turut mengucapkan terima kasih kepada presiden, partai penguasa Chama Cha Mapinduzi (CCM) atas kepercayaan mereka, serta kepada seluruh rakyat Tanzania atas dukungannya. Ia menegaskan bahwa dia meninggalkan jabatannya sesuai dengan konstitusi negara dan bakal terus menjadi penduduk negara Tanzania nan baik.

Keretakan hubungan dengan Samia diduga kuat dipicu oleh sejumlah pernyataan kontroversial nan dilontarkan Emmanuel dalam beberapa pekan terakhir. Pada bulan lalu, dia secara terbuka mendesak rakyat Tanzania untuk memperjuangkan konstitusi baru dan berdasar bahwa ada kesempatan untuk mengamankannya sebelum tahun 2030.

Ia mengaitkan kehadiran konstitusi baru tersebut sebagai jalan keluar nan esensial untuk mengatasi ketidakadilan, memperkuat kewenangan asasi manusia, tata kelola pemerintahan nan baik, serta demokrasi.

Sebagai informasi, Emmanuel bukanlah sosok sembarangan dalam kancah politik Tanzania. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal CCM dan memegang beragam posisi strategis di pemerintahan, termasuk Menteri Informasi dan Dalam Negeri, sebelum akhirnya menjadi Duta Besar Tanzania untuk Brasil dan Mesir.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya