Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof Lavi Rizki Zuhal memimpin rombongan dari ITB saat mengunjungi akomodasi PT SANY Industry Machinery, Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat.(ISTIMEWA)
PT SANY Heavy Industry Indonesia memperkuat komitmennya dalam pengembangan teknologi dan talenta Indonesia melalui kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di bagian pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, dan sumber daya manusia, nan diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi talenta Indonesia untuk memperoleh pengalaman industri sekaligus terlibat dalam pengembangan teknologi masa depan.
Penandatanganan MoU berjalan di akomodasi PT SANY Industry Machinery, Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat. Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof Lavi Rizki Zuhal dan Presiden Direktur PT SANY Heavy Industry Indonesia, Mr Li Dao.
Kolaborasi ini mencakup pengembangan talenta melalui program magang, work-integrated learning, kesempatan kerja bagi mahasiswa dan lulusan ITB, serta beragam program peningkatan kompetensi.
Di bagian riset dan inovasi, SANY dan ITB juga membuka kesempatan untuk mengembangkan penelitian bersama, pertukaran pengetahuan dan teknologi, serta pemanfaatan akomodasi penelitian.
Rangkaian aktivitas penandatanganan MoU juga diisi dengan kunjungan delegasi ITB ke akomodasi produksi SANY. Dalam kunjungan tersebut, delegasi memandang secara langsung proses manufaktur perangkat berat sekaligus memperoleh gambaran mengenai penerapan teknologi produksi dan arah pengembangan industri SANY di Indonesia.
Chairman of SANY Asia Pacific, Mr Zhang Song, mengatakan pengembangan talenta lokal merupakan bagian krusial dari pertumbuhan SANY di Indonesia. Saat ini, sekitar 91% tenaga kerja SANY di Karawang merupakan tenaga kerja lokal.
Ke depan, SANY mau memberikan ruang nan lebih besar bagi talenta Indonesia untuk tidak hanya bekerja di akomodasi produksi, tetapi juga berkembang menjadi tenaga ahli dan pemimpin di beragam kegunaan perusahaan.
Menurut dia, kerja sama dengan ITB merupakan langkah strategis untuk memperluas akses mahasiswa, akademisi, dan peneliti terhadap pengalaman industri serta perkembangan teknologi global. Kolaborasi tersebut juga membuka kesempatan bagi talenta ITB untuk belajar dan bekerja-sama dengan pusat research and development (R&D) serta ekosistem SANY di Tiongkok.
“Indonesia merupakan salah satu negara krusial dalam jaringan dunia SANY. Kami memandang Indonesia bukan hanya sebagai pasar strategis, tetapi juga sebagai bagian krusial dari pengembangan bisnis, teknologi, dan investasi SANY ke depan,” ungkapnya.
Zhang Song menambahkan, kerjasama antara perguruan tinggi dan industri semakin krusial sejalan dengan konsentrasi SANY pada globalisasi, digitalisasi, dan dekarbonisasi.
Dalam konteks kerja sama dengan ITB, SANY berkomitmen mendorong penelitian dan pengembangan (research and development/R&D), transfer teknologi, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia Indonesia.
PENGALAMAN DAN KOMPETENSI
Hal ini senada dengan nan disampaikan Saanjay Shamdasani, Deputy General Manager/Director Government Relations SANY Indonesia. Dia mengatakan bahwa kerjasama dengan ITB diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi talenta Indonesia untuk memperoleh pengalaman dan kompetensi nan relevan dengan kebutuhan industri.
“Kolaborasi dengan ITB diharapkan memperluas kesempatan talenta Indonesia untuk memperoleh pengalaman dan kompetensi nan relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus membuka kesempatan mengisi posisi strategis di masa depan. Kerja sama ini juga dirancang lintas disiplin, memanfaatkan kekuatan beragam bagian keilmuan di ITB sesuai kebutuhan dan perkembangan industri,” ujarnya.
SANY Group merupakan salah satu produsen perangkat berat dan mesin bangunan terbesar di bumi asal Tiongkok. SANY mengembangkan beragam teknologi untuk mendukung sektor konstruksi, pertambangan, energi, hingga manufaktur cerdas.
Di Indonesia, SANY telah mengembangkan aktivitas manufaktur sejak 2021 melalui pembangunan akomodasi produksi di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat.
Pada 2020, SANY juga mengembangkan Lighthouse Factory pertamanya di luar Tiongkok dengan menerapkan digitalisasi, otomatisasi, dan industrial internet dalam proses produksi.
SANY kemudian memperluas akomodasi industrinya pada 2023 melalui pembangunan area industri tahap II untuk memperkuat kapabilitas produksi dan mendukung kebutuhan sektor bangunan serta pertambangan nasional.
JEJARING KOLABORASI
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof Lavi Rizki Zuhal menyambut baik kerjasama tersebut dan mengapresiasi kesempatan bagi ITB untuk mengenal lebih dekat akomodasi produksi serta visi pengembangan SANY di Indonesia.
Menurutnya, kerja sama dengan SANY menjadi bagian dari upaya ITB memperluas jejaring kerjasama dengan industri serta mitra akademik di Tiongkok nan telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir.
Kolaborasi tersebut antara lain bermulai pada 2023 melalui kerja sama Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB dengan PT Green Eco-Manufacture (GEM), nan kemudian berkembang dengan melibatkan Central South University (CSU), Tiongkok. Salah satu hasil konkretnya adalah pembangunan joint laboratory di ITB Kampus Jatinangor.
“Keberhasilan tersebut kemudian mendapat perhatian sebagai salah satu model kerjasama internasional antara perguruan tinggi Indonesia, perguruan tinggi Tiongkok, dan industri. Kerja sama nan telah melangkah menjadi success story gimana universitas di Indonesia, universitas di Tiongkok, dan industri dapat bekerja bersama. Kami mau model kerjasama seperti ini dapat diperluas, termasuk dengan SANY,” lanjutnya.
Melalui kerjasama dengan ITB, SANY berambisi dapat memperkuat hubungan antara bumi pendidikan dan industri, sekaligus menciptakan lebih banyak ruang bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, dan talenta ahli Indonesia untuk berkembang berbareng ekosistem teknologi SANY.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia, sekaligus mempererat hubungan akademik dan industri antara Indonesia dan Tiongkok.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·