SDN Purwoyoso 01 di Semarang Hanya Terima 3 Murid Baru

1 bulan yang lalu 25
 SDN Purwoyoso 01 di Semarang Hanya Terima 3 Murid Baru Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Semarang hanya mendapat 3 siswa baru pada tahun aliran 2026/2027.(Akhmad Safuan/MI)

SEBANYAK 22 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Semarang, Jawa Tengah, kekurangan siswa. Berdasarkan info dari Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027, tercatat 1.646 bangku di SD negeri tetap kosong. Pemantauan Media Indonesia, Rabu (15/7), ketika sejumlah sekolah di Kota Semarang melaksanakan aktivitas Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SD Negeri Purwoyoso 01, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, hanya mendapatkan tiga siswa baru.

Meskipun hanya 3 siswa baru nan mendaftarkan diri, namun pada program MPLS di awal tahun di sekolah ini tetap bajaran tetap berjalan.

"Pada pendaftaran online ada 5 pendaftaran, tetapi setelah daftar ulang tinggal 3 suswa baru, " ujar Kepala SDN Purwoyoso 01 Kota Semarang Hajar Riatiani. 
mkot Semarang melalui Dinas Pendidikan Kota Semarang belum berencana menyatukan sejumlah sekolah. 

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan kekurangan murid baru di 22 SD Negeri di Kota Semarang lantaran sekolah negeri tersebut kalah dalam perihal akomodasi jika dibandingkan dengan sekolah swasta. 

"SD Negeri kalah canggih dengan sekolah swasta sehingga banyak wali siswa menyekolahkan putra-putrinya ke sekolah swasta, " kata Agustina Wilujeng Pramestuti. 

Selain itu, menurut Agustina Wilujeng Pramestuti, beberapa SD Negeri berada di area nan didominasi pertokoan dan perkantoran. Kondisi itu membikin anak usia sekolah di sekitar lingkungan tersebut terus berkurang.

Ia juga menyoroti adanya pergeseran permukiman family muda ke wilayah pinggiran Kota Semarang nan turut memengaruhi jumlah calon peserta didik di sekolah pusat kota.

Menanggapi kondisi ini, Agustina Wilujeng Pramestuti mengungkapkan Dinas Pendidikan Kota Semarang belum bakal mengambil langkah penggabungan (merger) sekolah sebagai solusi utama. Ia bakal melakukan pertimbangan terlebih dulu terhadap sekolah-sekolah nan minim peminat. 

Pemerintah Kota Semarang, kata dia, bakal menyiapkan pembenahan akomodasi belajar seperti penggantian mebel sekolah, penguatan jaringan internet, serta percepatan digitalisasi pembelajaran agar kualitas SD Negeri semakin kompetitif. 

"Kompetensi pembimbing juga bakal terus ditingkatkan melalui beragam training agar mutu pembelajaran semakin baik, " tambahnya. (H-4)
 

Selengkapnya