Sering Disebut Hormon Stres, Begini Peran Penting Kortisol bagi Tubuh

1 bulan yang lalu 22
Sering Disebut Hormon Stres, Begini Peran Penting Kortisol bagi Tubuh Ilustrasi stres.(Magnific)

HORMON kortisol kerap muncul saat orang membicarakan stres. Padahal, menurut Cleveland Clinic, hormon ini bukan sekadar penanda tubuh sedang tertekan. Kortisol adalah hormon steroid nan diproduksi kelenjar adrenal dan mempunyai peran luas, mulai dari mengatur penggunaan gula sebagai energi, menekan peradangan, menjaga tekanan darah, hingga membantu mengatur siklus tidur dan bangun.

Tubuh pun terus memantau kadarnya agar tetap seimbang lantaran kadar nan terlalu tinggi alias terlalu rendah sama-sama bisa berakibat jelek bagi kesehatan. Saat tubuh menghadapi tekanan, kortisol ikut bekerja dalam sistem pertahanan alami.

Setelah hormon “fight or flight” seperti adrenalin dilepaskan, kortisol membantu tubuh tetap siaga dan memicu pelepasan glukosa dari hati agar tersedia daya cepat. Respons ini berfaedah dalam stres jangka pendek, termasuk stres akut, stres berkepanjangan, maupun stres traumatis. Namun, jika kondisi siaga ini berjalan terlalu lama, tubuh dapat kehilangan ritme alaminya.

Kortisol memengaruhi nyaris seluruh sistem organ di dalam tubuh. Hormon ini berkedudukan dalam mengatur metabolisme, langkah tubuh menggunakan gula darah, hingga kegunaan hati, otot, dan jaringan lemak. Dalam kondisi normal, kortisol membantu tubuh beradaptasi terhadap beragam perubahan.

Sebaliknya, kadar nan terus meningkat dapat berangkaian dengan gangguan metabolisme, peningkatan peradangan, dan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Kortisol nan terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat dikaitkan dengan Cushing syndrome, nan ditandai dengan kenaikan berat badan, gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, otot melemah, hingga tulang nan lebih rapuh.

Di sisi lain, kadar kortisol nan terlalu rendah alias adrenal insufficiency dapat menyebabkan kelelahan, penurunan berat badan, berkurangnya nafsu makan, serta tekanan darah rendah.

Menurut Cleveland Clinic, menjaga kualitas tidur, rutin berolahraga, melakukan latihan relaksasi seperti pernapasan dalam, meluangkan waktu untuk tertawa, serta membangun hubungan sosial nan sehat dapat membantu tubuh mengelola stres dengan lebih baik. Kebiasaan tersebut berkedudukan dalam menjaga keseimbangan kadar kortisol sehingga beragam kegunaan krusial tubuh tetap melangkah secara optimal. (Cleveland Clinic/P-3)

Selengkapnya