Targetkan Soetta Top 10 Bandara Dunia, AHY Tiru Resep Changi dan Narita

1 bulan yang lalu 11

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), membocorkan strategi nan tengah disiapkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), agar bisa menembus jejeran 10 airport terbaik bumi pada 2029. Salah satunya, dengan mempelajari jasa dan pengalaman penumpang nan diterapkan Bandara Narita di Jepang, hingga Changi di Singapura.

Menurut AHY, pemerintah tidak hanya mau membangun prasarana airport nan lebih baik, tetapi juga menghadirkan pengalaman bagi penumpang, nan bisa bersaing dengan bandara-bandara terbaik dunia.

"Jangka panjang, tentu kita kudu lebih dari business as usual. Belajar dari Narita dan Changi, mereka semua juga menawarkan sesuatu nan lebih pada bisa dikatakan customer experience nan lebih baik," kata AHY dalam rapat koordinasi tingkat menteri di kantornya, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan studi banding untuk memandang praktik terbaik dari sejumlah airport kelas dunia. Dari Bandara Narita, ada lima aspek utama nan dinilai menjadi kunci keberhasilannya.

Pertama, peningkatan jasa pengguna (customer care) dan hospitality. Kedua, penguatan sektor dining dan ritel. Ketiga, peningkatan kenyamanan serta kreasi terminal agar lebih nyaman, beragam, dan berkelas. Keempat, peningkatan aksesibilitas menuju maupun di dalam area bandara. Kelima, menciptakan perpindahan antarterminal (seamless transit) nan lebih mudah dan terintegrasi.

Sementara itu, Changi dinilai mempunyai pendekatan berbeda dengan mengedepankan pengalaman emosional bagi para penumpang.

"Studi kasus di Changi. Ini pendekatannya lebih individual lagi. Jadi ada sight, pemerhatiannya, ada sound. Bahkan sudah bicara gemericik air menenangkan. Ini bisa ketiduran juga nih. Bisa perlambat juga dia. Kemudian penciumannya, scent-nya. Touch-nya, petualangan bentuk di jari. Gantung Manulife Sky Nets. Kemudian taste-nya," bebernya.

Meski begitu, AHY optimistis Indonesia bisa menghadirkan pengalaman serupa dan bersaing dengan bandara-bandara terbaik dunia.

"Tapi Indonesia sekali lagi nggak kalah. Nggak boleh kalah, jadi ini beberapa hasil dari benchmark. Dengan Narita maupun dengan Changi," ucap dia.

Sebagai bagian dari rencana tindakan meningkatkan kualitas Bandara Soekarno-Hatta, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah berjenjang mulai dari jangka pendek hingga panjang.

"Jangka menengah, artinya penerapan jasa berbobot nan merata di seluruh touch points. Apa saja nan kudu diperbaiki mengenai infrastrukturnya, teknologinya, kemudian juga katakanlah tenant-tenant nan menarik dan berkualitas," jelasnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono, saat rapat koordinasi tingkat menteri di kantornya, Jakarta, Kamis (25/6/2026).Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono, saat rapat koordinasi tingkat menteri di kantornya, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Foto: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono, saat rapat koordinasi tingkat menteri di kantornya, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Bali Masih Jadi Gerbang Utama Wisman

Selain membahas peningkatan kualitas jasa bandara, AHY juga memaparkan hasil monitoring dan pertimbangan terhadap bandar udara internasional di Indonesia, setelah pemerintah kembali membuka 19 airport berstatus internasional. Hasilnya, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, tetap menjadi pintu masuk utama visitor mancanegara ke Indonesia.

"I Gusti Ngurah Rai Bali ini menyerap paling besar (wisman), jauh dibandingkan nan lain, 63,85 persen setiap tahun. Ini info tahun 2025, 6,9 juta visitor mancanegara," ungkap AHY.

Sementara itu, Bandara Soekarno-Hatta berada di posisi kedua sebagai pintu masuk visitor asing ke Indonesia.

"Sedangkan Soekarno-Hatta itu di nomor 2,7 juta, sekitar 25%. Baru nan lain diikuti oleh Hang Nadim Batam, 1,5 juta, 14,73%. Dan nan lain, Juanda 3%, Kuala Namu Medan 2,58%. nan lainnya, 31 airport ini diakumulasikan kurang lebih hanya di nomor 9,81%," jelasnya.

AHY mengatakan, pemerintah bakal terus memantau keahlian airport internasional berasas empat parameter utama, ialah lampau lintas penumpang, keahlian keuangan, kesiapan infrastruktur, serta kontribusinya terhadap strategi nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Tentu kita selalu dihadapkan ada 4 parameter utama, trafiknya bagaimana? Banyak nggak nan datang? In and out-nya bagaimana? Apakah lebih banyak nan datang alias lebih banyak nan keluar? nan kedua, keahlian keuangannya bagaimana? Apakah sustainable? Bisa dijamin untuk anggaran alias finansial alias fiskal untuk operasionalnya juga kondusif dan lain sebagainya?" terang dia.

"Infrastrukturnya, apakah bisa meningkatkan konektivitas ke beragam wilayah? Dan tentu terakhir, mengenai dengan strategi nasional. Apakah berangkaian alias berakibat langsung pada pertumbuhan ekonomi di daerah?" pungkasnya.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya