Tetangga RI Minta Warga Hemat Listrik Gara-Gara Tagihan Rekor

1 bulan yang lalu 16

Jakarta, CNBC Indonesia - Vietnam mulai mengimbau masyarakat dan pelaku upaya untuk menghemat penggunaan listrik. Langkah ini diambil setelah gelombang panas ekstrem mendorong konsumsi daya nasional ke level tertinggi sepanjang sejarah.

Perusahaan listrik milik negara Vietnam Electricity (EVN) meminta rumah tangga dan sektor upaya menggunakan listrik secara lebih efisien guna mengurangi tekanan terhadap jaringan kelistrikan nasional nan tengah menghadapi lonjakan permintaan.

"Penggunaan listrik secara efisien dan efektif tidak hanya membantu mengurangi biaya listrik tetapi juga mengurangi tekanan pada jaringan listrik nasional," kata EVN dalam pernyataannya pada Kamis (26/6/2026), seperti dikutip Reuters.

Permintaan listrik di negara tetangga RI tersebut melonjak seiring suhu udara nan terus meningkat. Badan meteorologi nasional memperkirakan suhu di sejumlah wilayah negara itu bakal melampaui 40 derajat Celcius pada Kamis.

EVN mencatat beban puncak listrik mencapai 58,46 gigawatt pada Rabu, menjadi rekor tertinggi baru bagi Vietnam. Lonjakan konsumsi terutama didorong oleh meningkatnya penggunaan pendingin ruangan dan perangkat elektronik untuk menghadapi cuaca panas.

Untuk mengurangi beban sistem kelistrikan, EVN mengimbau masyarakat mengatur suhu pendingin ruangan tidak lebih rendah dari 26 derajat Celcius. Perusahaan juga mendorong penggunaan pencahayaan alami dan ventilasi udara alami guna menekan konsumsi energi.

Selain membujuk masyarakat berhemat, Vietnam juga meningkatkan impor listrik dari negara tetangga. EVN menyatakan seluruh pembangkit listrik domestik saat ini dioperasikan pada kapabilitas maksimal guna memastikan pasokan listrik tetap kondusif dan mencukupi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi akibat gangguan pasokan listrik di tengah tingginya permintaan daya nan diperkirakan tetap bakal bersambung selama periode cuaca panas ekstrem.

(tfa/șef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya