Ilustrasi(Dok Istimewa)
Tokoh perdamaian asal Mindanao, Filipina, Cardinal Orlando Beltran Quevedo, O.M.I., resmi dianugerahi penghargaan Harmony in Diversity Award perdana. Penghargaan regional nan diinisiasi oleh Temasek Foundation bekerja sama dengan 5P Global Movement sebagai sekretariat pendukung ini diserahkan langsung di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Penghargaan ini diberikan sebagai corak apresiasi atas dedikasi luar biasa Archbishop Emeritus of Cotabato tersebut selama lebih dari lima dasawarsa dalam merajut perbincangan antaragama, rekonsiliasi, serta pembangunan perdamaian nan inklusif di antara organisasi Kristen, Muslim, dan masyarakat budaya di Mindanao.
Patron Harmony in Diversity Award, Madam Halimah Yacob, membuka prosesi penganugerahan dengan mengingatkan pentingnya upaya sadar dari setiap generasi untuk merawat toleransi. Mantan Presiden Singapura tersebut menceritakan refleksinya setelah mengunjungi Terowongan Silaturahmi nan menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta sebelum aktivitas dimulai.
Menurut Halimah, Terowongan Silaturahmi merupakan simbol nyata bahwa harmoni dibangun melalui pilihan-pilihan nan disengaja untuk saling menjangkau, mendengarkan, menghormati, dan membangun hubungan di tengah perbedaan. Ia menegaskan bahwa Asia Tenggara mempunyai sejarah panjang nan membuktikan keberagaman sebagai sumber kekuatan saat masyarakat memilih saling memahami daripada terpecah belah.
Menteri Agama Republik Indonesia turut menyambut positif inisiatif regional ini. Ia menilai penghargaan tersebut tidak sekadar mengapresiasi pencapaian individu, melainkan menegaskan kembali nilai-nilai kemanusiaan nan merekatkan masyarakat Asia Tenggara. Kiprah Cardinal Quevedo di Mindanao diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak organisasi di ASEAN untuk memperkuat perbincangan dan saling pengertian.
Sementara itu, Executive Director dan CEO Temasek Foundation, Ng Boon Heong, berambisi penghargaan ini berkembang menjadi platform regional nan berkepanjangan untuk mendukung para pembangun jembatan antarkomunitas di Asia Tenggara. Senada dengan Halimah Yacob, Ng Boon Heong mengibaratkan kemanusiaan berbareng sebagai jembatan nan menghubungkan beragam perbedaan kepercayaan dan budaya di area ini.
Pendiri 5P Global Movement, M. Arsjad Rasjid P.M., menambahkan bahwa penghargaan ini juga didedikasikan bagi jutaan orang di Asia Tenggara nan secara sunyi terus memperkuat rasa saling percaya di lingkungan mereka melalui tindakan sederhana sehari-hari.
"Hari ini kita memberikan penghargaan kepada satu sosok nan luar biasa. Namun pada saat nan sama, kita juga memberikan penghormatan kepada begitu banyak orang di seluruh Asia Tenggara nan melalui tindakan-tindakan sederhana setiap hari terus memperkuat rasa saling percaya, saling memahami, dan harmoni di organisasi mereka," kata Arsjad, Rabu (15/7/2026).
"Kami berambisi Harmony in Diversity Award dapat menginspirasi semakin banyak individu, organisasi, dan lembaga untuk terus mendorong perbincangan dan saling pengertian di seluruh
kawasan."
Saat menerima penghargaan, Cardinal Orlando Quevedo mendedikasikan apresiasi ini kepada para pegiat perdamaian dan masyarakat luas di Mindanao. Ia menekankan bahwa filosofi Dialogue of Life nan diyakininya membuktikan bahwa harmoni sejati tumbuh dari hubungan serta hubungan sederhana nan terjalin dalam kehidupan sehari-hari antarumat beragama.
Penyelenggaraan perdana Harmony in Diversity Award ini mendapatkan antusiasme tinggi di tingkat Asia Tenggara dengan menjaring lebih dari 70 nominasi dari beragam negara di kawasan. Melalui jaringan nan terus tumbuh ini, penyelenggara optimistis platform ini bakal mempercepat terciptanya perdamaian nan kokoh di ASEAN. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·