Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz, Iran Tetap Tegaskan Jalur Itu Garis Merah

1 bulan yang lalu 16
Trump Batalkan Tarif Selat Hormuz, Iran Tetap Tegaskan Jalur Itu Garis Merah Selat Hormuz.(Google Maps)

JURU bicara komando militer tertinggi Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak mempunyai kewenangan untuk mencampuri urusan di Selat Hormuz. Teheran menyatakan jalur pelayaran strategis tersebut merupakan kepentingan vital nasional nan tidak boleh diganggu oleh pihak mana pun.

Menurut pernyataan militer Iran, Selat Hormuz adalah garis merah bagi Teheran. Karena itu, Iran menegaskan tidak bakal membiarkan Washington melakukan tindakan apa pun nan dinilai mengganggu alias mengubah status area tersebut.

Selain menegaskan sikap mengenai Selat Hormuz, ahli bicara tersebut juga memperingatkan bahwa Iran bakal memberikan respons tegas andaikan Amerika Serikat betul-betul melancarkan serangan terhadap akomodasi alias prasarana Iran, sebagaimana pernah diancam Presiden Donald Trump.

Ia menegaskan bahwa Teheran siap membalas dengan menargetkan beragam kepentingan dan prasarana milik Amerika Serikat nan berada di area Timur Tengah. Sebelumnya, pada Senin (13/7), Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan biaya sebesar 20% kepada kapal-kapal nan melintasi Selat Hormuz. Kebijakan itu disebut sebagai kompensasi atas peran Amerika Serikat dalam menjaga keamanan jalur pelayaran internasional tersebut.

Namun, rencana tersebut hanya memperkuat satu hari. Pada Selasa (14/7), Trump memutuskan membatalkan kebijakan itu setelah melakukan pembicaraan dengan para pemimpin negara-negara Teluk. "Mereka mengatakan kami mau melakukannya dengan langkah berbeda," kata Trump kepada wartawan di Oval Office.

Trump menjelaskan bahwa para pemimpin negara Teluk menawarkan pendekatan lain. Menurutnya, mereka berkomitmen meningkatkan investasi dalam jumlah besar ke Amerika Serikat sebagai pengganti agar Washington tidak memberlakukan pungutan terhadap kapal nan melintas di Selat Hormuz.

Meski mengaku kecewa lantaran Amerika Serikat telah mengeluarkan upaya besar untuk menjaga keamanan jalur tersebut tanpa memperoleh hadiah langsung, Trump akhirnya menerima usulan tersebut. Ia menyebut nilai investasi nan dijanjikan negara-negara Arab bakal mencapai jumlah nan sangat besar.

Perselisihan mengenai Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu sumber ketegangan utama antara Iran dan Amerika Serikat. Teheran menginginkan pengelolaan jalur pelayaran itu dilakukan berbareng Oman serta berencana menerapkan biaya bagi kapal-kapal nan melintas, meskipun belum mengungkapkan besaran tarif nan dimaksud.

Sementara itu, nota kesepahaman (MoU) perdamaian nan sebelumnya disepakati oleh Amerika Serikat dan Iran tidak memuat ketentuan nan secara tegas mengatur pihak nan mempunyai kewenangan mengendalikan Selat Hormuz. Kekosongan pengaturan tersebut membikin persoalan mengenai jalur strategis itu tetap menjadi sumber perbedaan antara kedua negara.

Situasi semakin memanas setelah pekan lampau Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tidak lagi berlaku. Dengan berakhirnya kesepakatan tersebut, kedua negara disebut telah kembali melakukan serangan terhadap satu sama lain, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan di area Timur Tengah. (Politico/Fer/P-3)

Selengkapnya