Venus Punya Wilayah Mirip Bumi, NASA Eksplorasi dari Udara

1 jam yang lalu 2
Venus Punya Wilayah Mirip Bumi, NASA Eksplorasi dari Udara Ilustrasi eksplorasi planet Venus oleh NASA(Magnific)

VENUS selama ini dikenal sebagai salah satu planet paling ekstrem di Tata Surya. Suhu di permukaannya sangat tinggi, tekanannya jauh lebih besar daripada  Bumi, dan atmosfernya didominasi karbon dioksida serta awan masam sulfat. Namun, penelitian terhadap Venus menemukan sejumlah wilayah nan mempunyai karakter pengetahuan bumi menarik dan berpotensi memberikan petunjuk mengenai masa lampau planet nan disebut "saudara" Bumi itu.

Dilansir dari NASA Science, salah satu wilayah nan menjadi perhatian intelektual adalah tessera, ialah area dataran tinggi dengan pola permukaan nan kompleks berupa punggungan dan lembah. NASA menyebut beberapa tessera mempunyai kemiripan dengan area pegunungan terjal di Bumi. Sejumlah intelektual juga menduga wilayah tersebut dapat menjadi sisa dari permukaan Venus nan sangat tua. 

Salah satu contohnya adalah Alpha Regio, wilayah nan bakal menjadi konsentrasi misi DAVINCI. NASA menjelaskan bahwa Alpha Regio merupakan jenis wilayah tessera dan diduga menyimpan batuan berumur miliaran tahun. Penelitian terhadap wilayah ini diharapkan dapat membantu menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan keberadaan benua dan lautan pada Venus di masa lalu.

Selain Alpha Regio, misi VERITAS juga dirancang untuk mempelajari wilayah dataran tinggi tessera lainnya. NASA menyebut struktur tersebut dapat mempunyai karakter nan menyerupai benua di Bumi.

Jika komposisi batuannya menunjukkan kemiripan dengan kerak benua, temuan tersebut dapat memberikan petunjuk bahwa Venus mungkin pernah mempunyai lingkungan nan lebih basah dibandingkan kondisinya saat ini. 

Tantangan utama eksplorasi Venus adalah kondisi permukaannya nan sangat ekstrem. NASA menyebut suhu di permukaan Venus cukup panas untuk melelehkan timbal, sementara tekanan atmosfernya mencapai lebih dari 90 kali tekanan di permukaan Bumi. Kondisi tersebut membikin wahana nan mendarat langsung di Venus hanya bisa memperkuat dalam waktu terbatas. 

Karena itulah, para peneliti NASA pernah mengembangkan konsep eksplorasi nan berbeda, ialah High Altitude Venus Operational Concept alias HAVOC.

Konsep tersebut mengusulkan penggunaan kendaraan lebih ringan dari udara alias airship nan dapat beraksi di atmosfer Venus, bukan di permukaannya. Pada ketinggian sekitar 50 kilometer di atas permukaan Venus, NASA menyebut kondisi suhu dan tekanan menjadi jauh lebih mendekati lingkungan di permukaan Bumi dibandingkan kondisi ekstrem di bawahnya.

Dalam konsep HAVOC, airship dapat membawa instrumen ilmiah, wahana penjelajah, hingga dalam rancangan jangka panjang berpotensi mendukung misi berawak. Konsep tersebut tetap menghadapi beragam tantangan teknis, termasuk gimana melindungi struktur kendaraan dan panel surya dari awan masam sulfat nan berkarakter korosif. 

Eksplorasi NASA

Gagasan menggunakan kendaraan udara untuk mempelajari Venus bukan tanpa alasan. Atmosfer planet tersebut sangat tebal sehingga kendaraan seperti balon alias airship dapat menjadi pengganti untuk melakukan penelitian tanpa kudu menghadapi kondisi paling ekstrem di permukaan.

NASA juga pernah menyoroti penggunaan platform udara untuk mempelajari atmosfer Venus. Pada 1985, dua balon dalam misi VeGa sukses beraksi di atmosfer Venus dan mengumpulkan info mengenai sirkulasi atmosfer planet tersebut. Pengalaman itu menjadi salah satu bukti bahwa eksplorasi dari udara dapat menjadi pendekatan nan menjanjikan. 

Meski konsep airship seperti HAVOC belum menjadi misi operasional untuk membawa manusia ke Venus, NASA terus mempelajari beragam pendekatan eksplorasi udara. Dokumen teknis NASA nan lebih baru juga membahas sejumlah rancangan konseptual kendaraan udara untuk mempelajari atmosfer dan kondisi geografis Venus. 

Penelitian terhadap Venus krusial bukan hanya untuk memahami planet tersebut, tetapi juga untuk mengetahui kenapa dua planet nan mempunyai ukuran relatif mirip dapat berkembang menjadi bumi dengan kondisi nan sangat berbeda.

Bumi mempunyai air dalam corak cair dan mendukung kehidupan, sedangkan Venus berkembang menjadi planet nan sangat panas dan tidak ramah bagi kehidupan seperti nan dikenal manusia. Dengan mempelajari wilayah seperti tessera dan kemungkinan masa lampau Venus, para intelektual berambisi dapat memperoleh pemahaman baru mengenai perkembangan planet berbatu, termasuk sejarah Bumi. (H-4)

Selengkapnya