Ilustrasi(magnifik)
MENJAGA kesehatan jantung tidak selalu memerlukan latihan berat alias peralatan mahal. Aktivitas sederhana nan dilakukan secara rutin justru dapat menjadi kebiasaan krusial untuk menjaga tubuh tetap bugar. Olahraga membantu meningkatkan kerja jantung, memperlancar sirkulasi darah, sekaligus membantu mengontrol berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol.
Pilihan Olahraga nan Baik untuk Jantung
Menurut tulisan Alodokter berjudul “11 Olahraga untuk Kesehatan Jantung dan Tips Memulainya”, terdapat beragam pilihan aktivitas nan dapat mendukung kesehatan jantung, mulai dari jalan cepat, lari, bersepeda, berenang, senam aerobik, hingga yoga.
Jalan sigap bisa menjadi pilihan paling mudah bagi pemula. Aktivitas ini dapat meningkatkan degub jantung secara berjenjang dan relatif rendah akibat cedera. Jika mau latihan nan lebih menantang, lari dapat membantu meningkatkan daya tahan jantung sekaligus mendukung pengelolaan berat badan.
Sementara itu, bersepeda dan berenang menawarkan latihan kardio dengan beban nan relatif rendah pada persendian. Bagi nan menyukai olahraga berkelompok, senam aerobik alias bulutangkis bisa menjadi pilihan menyenangkan agar aktivitas bentuk tidak terasa monoton.
Ada pula olahraga seperti yoga dan tai chi nan menggabungkan aktivitas dengan pengaturan pernapasan. Selain melatih tubuh, aktivitas tersebut dapat membantu relaksasi dan mengelola stres. Untuk latihan nan lebih intens, Alodokter juga mencantumkan HIIT, tetapi aktivitas ini sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan dikonsultasikan terlebih dulu bagi orang nan mempunyai masalah jantung.
Mulai Perlahan, Jangan Langsung Memaksa
American Heart Association (AHA) merekomendasikan orang dewasa secara berjenjang mencapai sedikitnya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, alias 75 menit aktivitas intensitas tinggi. Latihan penguatan otot juga dianjurkan setidaknya dua kali seminggu.
Namun, sasaran tersebut tidak kudu dicapai sejak hari pertama. Bagi nan jarang berolahraga, mulailah sekitar 10–15 menit, kemudian tingkatkan lama dan intensitas secara perlahan. Pemanasan sebelum latihan dan pendinginan setelahnya juga penting.
Yang tidak kalah penting, pilih olahraga nan disukai agar lebih mudah dilakukan secara konsisten. Jika muncul nyeri dada, pusing, sesak napas berlebihan, alias keluhan tidak biasa saat berolahraga, segera hentikan aktivitas. Orang dengan penyakit jantung alias kondisi kronis sebaiknya berkonsultasi dengan master sebelum meningkatkan intensitas latihan.
Sumber: Alodokter, American Heart Association









English (US) ·
Indonesian (ID) ·