Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan memicu status darurat nasional. Lebih dari 111 orang tewas, 1.500 gedung rusak, dan korban tertimbun tetap dicari.(Viory)
PEMERINTAH Kolombia resmi menetapkan status darurat nasional pada Senin setelah gempa bumi kuat bermagnitudo 7,4 mengguncang negara tersebut. Bencana ini menewaskan sedikitnya 111 orang, merusak lebih dari 1.500 bangunan, dan menimbun sejumlah penduduk di bawah reruntuhan.
Guncangan luar biasa nan berpusat di kedalaman 110 kilometer tersebut terasa hingga ke beberapa kota di wilayah penghasil kopi Kolombia, area pesisir Pasifik, hingga negara tetangga seperti Ekuador dan Panama. Para mahir dari US Geological Survey menyebut bahwa gempa ini kemungkinan besar dipicu oleh pergerakan sesar dalam di lempeng tektonik Nazca.
Kepanikan melanda beragam daerah, termasuk di ibu kota Bogota, di mana penduduk berceceran ke jalan dengan busana tidur. "Gempanya sangat, sangat kuat," ujar seorang kreator konten berumur 29 tahun, Valeria Polo, dari Bogota nan mencatatkan kerusakan minimal.
Di kota Quibdo, Julian Pena, seorang master gigi, menceritakan suasana mencekam saat guncangan terjadi sekitar pukul 07.30 waktu setempat.
"Orang-orang bermohon di jalan. Itu sangat menggegerkan," katanya kepada AFP. "Saya lari ke luar tanpa membawa apa-apa dan menemukan ratusan orang di sana."
Ia menambahkan, "Ada banyak gedung dengan celah dan retakan. Ada juga nan telah runtuh sepenuhnya."
Kondisi serupa terjadi di Manizales. Menara katedral bergaya neo-Gotik nan menjadi kebanggaan kota tersebut dilaporkan hancur. Pekerja administratif setempat, Jaime Zuluaga, 50, menyebut lampau lintas kota lumpuh total lantaran penduduk enggan kembali ke rumah lantaran takut bakal gempa susulan.
Pemerintah segera menerjunkan tim penyelamat skala besar dan menetapkan status siaga merah untuk rumah sakit. Di tengah reruntuhan gedung bertingkat nan rata dengan tanah, penduduk lokal turut menjadi relawan.
"Masyarakat mengeluarkan seorang laki-laki dan bayi, tetapi sang istri tetap berada di dalam," kata Andres Felipe Mejia, seorang relawan di Cali. "Kami berupaya mengeluarkan semua orang dalam keadaan hidup. Banyak orang berdatangan membawa pasokan makanan, membantu pemadam kebakaran, dan menolong warga."
Presiden Abelardo de la Esperiella, nan baru dilantik tiga hari sebelum kejadian, menyatakan status darurat dan berjanji Kolombia bakal "maju bersama."
Dampak gempa ini juga memaksa otoritas penerbangan sipil menghentikan operasional di enam airport serta menunda seluruh pertandingan sepak bola profesional.
Dukungan internasional mulai mengalir dari beragam negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Meksiko, Ekuador, Prancis, dan Israel. Uni Eropa apalagi mengaktifkan jasa satelit Copernicus untuk membantu pemetaan operasi penyelamatan.
Pesan emosional turut disampaikan oleh penyanyi pop asal Kolombia, Shakira. "Seluruh kekuatan dan cintaku untuk tanah airku. Mari saling berpelukan erat," ungkapnya. (AFP/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·