2 Kali Kalah di Final, Striker Thailand Tuntut Balas Dendam ke Vietnam

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Striker Thailand Patrik Gustavsson berkeinginan balas dendam kepada Vietnam di final Piala AFF 2026.

Thailand bakal lebih dulu menjamu Vietnam di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (22/8). Empat hari berselang, giliran Vietnam nan bakal bertindak sebagai tuan rumah di Hanoi.

Ini merupakan pertemuan ketiga Thailand vs Vietnam di final secara berturut-turut di turnamen antarnegara ASEAN. Thailand keluar sebagai juara pada jenis 2022, sementara Vietnam merebut gelar pada 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gustavsson, turut merasakan kekalahan menyakitkan dari Vietnam di final jenis terakhir. Thailand dipaksa gigit jari setelah kalah agregat 3-5 dari Vietnam setelah dua kali pada laga kandang dan tandang.

Kekalahan tersebut jadi pelajaran berbobot bagi Gustavsson. Tim nan paling minim melakukan kesalahan di turnamen inilah nan pada akhirnya bakal melangkah lebih jauh.

"Saya sudah dua kali menghadapi Vietnam di final, dan kalah dalam dua kesempatan itu. Kami kudu berani berduel dan berjuang keras lantaran mereka tahu langkah menghadapi kami, dan kami perlu membalasnya dengan memainkan style permainan sendiri," ujar Gustavsson.

Striker berdarah Swedia itu juga meminta rekan setimnya tidak terbebani dengan rekor gelar terbanyak milik Thailand. Saat ini, tim Gajah Perang tetap dominan dengan raihan tujuh gelar juara.

"Saya tahu, tekanannya memang besar. Saya tidak terlalu memikirkannya lantaran kami tumbuh dengan bermain sepak bola, dan saya tumbuh dengan kemauan untuk tampil di laga final."

Gustavsson sebelumnya tidakhadir di babak penyisihan lantaran tetap menjalani pemulihan cedera. Striker 25 tahun itu baru dimasukkan dalam skuad sejak semifinal dan berkeinginan meraih trofi pertamanya.

"Bermain di final dan memenangkan trofi adalah impian saya, jadi saya mempunyai ekspektasi sendiri nan muncul dari dalam diri saya. Anda kudu menepis segala perihal negatif dan cukup berpikir bahwa jika kami memenangkan trofi, kami bakal membikin banyak orang bangga. Jadi itulah tujuan dan argumen utama kami bermain sepak bola," tutur Guistavsson.

[Gambas:Video CNN]

(jun/jun/nva)

Selengkapnya