Ilustrasi(Magnific)
LANGIT bakal kembali menghadirkan kejadian astronomi menarik pada akhir Agustus 2026. Pada 28 Agustus 2026, bakal terjadi gerhana Bulan sebagian nan tergolong sangat dalam. Saat mencapai puncaknya, sekitar 96,3% piringan Bulan diperkirakan masuk ke dalam gambaran inti Bumi alias umbra.
Berdasarkan info NASA, eklips Bulan pada 28 Agustus 2026 memang berstatus gerhana Bulan sebagian, bukan eklips Bulan total. Pada fase maksimum, tetap terdapat sebagian mini permukaan Bulan nan berada di luar umbra Bumi. Karena itu, kejadian ini tidak dapat dikategorikan sebagai Blood Moon alias eklips Bulan total.
Terjadi Saat Bulan Purnama
Gerhana Bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga gambaran Bumi jatuh ke permukaan Bulan. Fenomena tersebut hanya dapat terjadi ketika Bulan berada dalam fase purnama dan posisi ketiganya cukup sejajar.
Pada eklips Bulan sebagian, hanya sebagian permukaan Bulan nan masuk ke dalam umbra Bumi. NASA menjelaskan bahwa eklips Bulan total terjadi ketika seluruh Bulan masuk ke dalam umbra, sedangkan pada eklips sebagian sebagian Bulan tetap berada di luar gambaran inti tersebut.
Gerhana 28 Agustus 2026 menjadi menarik lantaran nyaris seluruh permukaan Bulan bakal masuk ke dalam umbra. NASA mencatat magnitudo umbral eklips mencapai 0,9299, nan menunjukkan bahwa eklips tersebut sangat dalam meskipun tidak mencapai fase total.
Kapan Puncak Gerhana?
Menurut kalkulasi NASA, rangkaian eklips dimulai ketika Bulan memasuki penumbra sekitar 01.24 UTC. Fase sebagian kemudian dimulai sekitar 02.34 UTC.
Puncak eklips alias greatest eclipse terjadi sekitar 04.13 UTC. Jika dikonversikan ke waktu Indonesia bagian barat, waktunya menjadi sekitar 11.13 WIB pada 28 Agustus 2026.
Setelah mencapai puncak, fase eklips sebagian berhujung sekitar 05.52 UTC, sedangkan seluruh rangkaian eklips termasuk fase penumbra berhujung sekitar 07.02 UTC. Secara keseluruhan, fase umbral berjalan sekitar 3 jam 18 menit.
Namun, waktu tersebut merupakan waktu astronomi secara global. Waktu dan tahapan nan dapat diamati masyarakat bakal berjuntai pada letak pengamat serta kondisi Bulan ketika kejadian berlangsung.
Tidak Semua Wilayah Bisa Menyaksikannya
NASA mencatat eklips Bulan sebagian 27–28 Agustus 2026 dapat diamati dari sejumlah wilayah di dunia, termasuk Amerika, Eropa, Afrika, serta sebagian Asia Barat. Wilayah nan berada di luar area visibilitas tersebut tidak dapat memandang kejadian ini secara langsung dari letak masing-masing.
NASA juga memasukkan eklips Bulan sebagian 28 Agustus sebagai salah satu dari empat eklips nan terjadi sepanjang 2026. Tahun tersebut juga mempunyai eklips Matahari cincin pada Februari, eklips Bulan total pada Maret, serta eklips Matahari total pada Agustus.
Apakah Bulan Akan Berwarna Merah?
Karena nyaris seluruh Bulan masuk ke dalam umbra, bagian permukaan Bulan nan terkena gambaran Bumi dapat mengalami perubahan tingkat kecerahan dan warna. Namun, masyarakat sebaiknya tidak langsung menyebut kejadian tersebut sebagai Blood Moon.
Istilah Blood Moon umumnya digunakan untuk menggambarkan eklips Bulan total, ketika seluruh piringan Bulan masuk ke dalam umbra dan dapat tampak berwarna kemerahan. Gerhana pada 28 Agustus 2026 tidak mencapai kondisi tersebut lantaran sebagian mini Bulan tetap berada di luar umbra.
Dengan demikian, kejadian ini lebih tepat disebut eklips Bulan sebagian nan sangat dalam.
Fenomena tersebut tetap menarik untuk diamati lantaran sekitar 96,3% piringan Bulan bakal berada di dalam gambaran inti Bumi ketika mencapai maksimum. Masyarakat nan berada di wilayah visibilitas dapat mengawasi perubahan corak dan kecerahan Bulan selama fase eklips berlangsung.
Berbeda dengan eklips Matahari, pengamatan eklips Bulan pada dasarnya tidak memerlukan pelindung mata khusus. Bulan dapat dilihat secara langsung dengan mata tanpa perangkat pelindung khusus. Binokular alias teleskop juga dapat digunakan untuk membantu memandang permukaan Bulan dengan lebih jelas.
Dengan puncak sekitar 11.13 WIB dan nyaris 96% piringan Bulan masuk ke dalam umbra, eklips Bulan sebagian pada 28 Agustus 2026 menjadi salah satu kejadian astronomi menarik untuk dicatat. Meski bukan Blood Moon alias eklips total, kedalaman gerhananya membikin sebagian besar permukaan Bulan mengalami gambaran Bumi. (NASA/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·